Breaking News:

Mendikbud Nadiem Wajibkan Sekolah Gelar Tatap Muka Mulai Juli 2021, Ini Syaratnya

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan pembalajaran tatap muka dimulai pada tahun ajaran baru Juli 2021.

KOMPAS.COM/BUDIYANTO
Seorang siswa mencoba duduk di meja belajar yang ditambahkan plastik di sekelilingnya di SMAN 4 Kota.Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan pembalajaran tatap muka dimulai pada tahun ajaran baru Juli 2021.

Sebelum membuka kegiatan belajar tatap muka, pemerintah menetapkan syarat. Yaitu, guru dan tenaga pendidik di sekolah sudah divaksin coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Semua Sekolah Wajib Belajar Tatap Muka pada Juli 2021

Baca juga: Persiapan Sekolah Dibuka, 16.000-an Guru di Kabupaten Serang Disuntik Vaksin Serentak

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, vaksinasi pada guru dan tenaga pendidik ditargetkan selesai pada Juni 2021.

"Vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan ditargetkan selesai bulan Juni 2021," ujarnya, dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV, Selasa (30/3/2021).

"Sehingga di tahun ajaran baru bulan Juli 2021, diharapkan satuan pendidikan dapat menyelenggarakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyampaikan, sekolah wajib menyelenggarakan pembelajaran tatap muka setelah semua guru dan tenaga pendidik sudah divaksin Covid-19.

Pembelajaran tatap muka terbatas diselenggarakan dengan penerapan protokol kesehatan.

"Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di dalam satu sekolah sudah divaksinasi secara lengkap, pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau Kemenag, mewajibkan satuan pendidikan tersebut menyediakan layanan pembelajaran tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.

Namun, sekolah juga harus memberikan pilihan layanan pembelajaran jarak jauh.

"Masih ada opsi pembelajaran jarak jauh, karena protokol kesehatannya maksimal 50 persen."

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved