Breaking News:

HUT Ke-147 Pandeglang, Ratusan Botol Miras Berbagai Merek Dimusnahkan

Sebanyak 349 botol minuman keras berbagai merek dimusnakan dengan menggunakan alat berat di depan Pendopo Bupati Pandeglang

TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Pemusnahan miras di Pendopo Bupati Pandeglang, Kamis (1/4/2021). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sebanyak 349 botol minuman keras berbagai merek dimusnakan dengan menggunakan alat berat di depan Pendopo Bupati Pandeglang, Kamis (1/4/2021).

Berdasarkan pantauan Tribunbanten.com, penghancuran botol minuman keras tersebut disaksikan oleh Ketua MUI Pandeglang, Kapolres Pandeglang, Kepala Kejari Pandeglang, Ketua Pengandilan Negeri Pandeglang dan yang lainnya.

Botol minuman keras tersebut bermerek Iceland, Orangtua, Angker, Guines, Vodka dan masih banyak yang lainnya.

Pjs Bupati Pandeglang, Pery Hasanudin mengatakan, momentum pemusnahan minuman keras tersebut dilakukan di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-147 Pandeglang sebagai, komitmen pemerintah Kabupaten Pandeglang melarang peredaran minuman keras.

"Kita saksikan ini sebanyak 349 botol yang diamankan oleh Satpol PP dan ini juga sebagai rangkaian penegakan Perda miras," katanya saat ditemui.

Baca juga: Perayaan HUT Ke-147 Pandeglang Digelar Sederhana di Bawah Bayang-bayang PR Menumpuk Irna-Tanto

Baca juga: Kisah Pilu Guru Honorer di Pelosok Pandeglang dan Asa di Balik Gaji Rp12.500 Per Hari

Ia juga menegaskan tidak ada satupun penjualan miras dapat beroperasi di Pandeglang yang memiliki nilai keislaman yang kuat.

Kedepannya, operasi seperti ini akan terus dilakukan dan akan ada sanksi bagi penjual dan pembeli apabila ditemukan peredarannya.

"Di Pandeglang tidak boleh ada yang menjual miras. Dan ini saya tegaskan kepada oknum-oknum yang berada di pemerintahan juga agar terus wanti-wanti," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Satpol PP Kabupaten Pandeglang, Entus Bakti mengatakan, pemusnahan tersebut dilakukan sebagai memperingati hari jadi Kabupaten Pandeglang.

Selain itu juga dalam rangka persiapan jelang bulan suci ramadhan yang akan jatuh beberapa waktu lalu.

"Kita harap ini bisa menjadi salah satu pengendalian perilaku gangguan masyarakat dapat kami laksanakan," tegasnya.

Entus menjelaskan, sebanyak 349 botol minuman keras tersebut didapatkan dari sisa bekas pemutusan pengadilan tahun 2018 dan operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang dilakukan sejak tahun 2020 hingga 2021.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved