Sempat Heboh Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Ternyata Budidaya Lobster Potensi Raup Untung, Ini Buktinya
Bagi yang bingung memulai bisnis, alangkah baiknya untuk mempertimbangkan usaha budidaya lobster.
TRIBUNBANTEN.COM - Bagi yang bingung memulai bisnis, alangkah baiknya untuk mempertimbangkan usaha budidaya lobster.
Budidaya lobster berdampak positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (UNPAD) Yudi Nurul Ihsan.
"Harusnya dari dulu, lobster sebagai potensi besar diarahkan ke budidaya, sehingga masyarakat memiliki kemampuan. Pembudidayaan yang ideal itu dari benur atau BBL," kata dia, Kamis (1/4/2021).
Baca juga: Geledah Rumah Warga Binuangan Lebak, Polda Banten Temukan Ribuan Benur Lobster Siap Jual
Baca juga: 16.975 Benih Lobster Dilepas ke Perairan Karang Kabua, Sitaan Subdit Gakum Polairud Polda Banten
Sayangnya, masyarakat baru mengetahui lobster dapat dibudidaya setelah ada berita penangkapan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.
Edhy Prabowo terjerat kasus dugaan suap ekspor benur atau benih lobster.
Menurut Yudi Nurul Ihsan, budidaya lobster fase larva dan juvenile atau disebut benih bening lobster atau BBL, sudah seharusnya dilaksanakan sejak dulu.
Sebab, menurutnya sejak awal Indonesia belum membudidayakan dari tahap benur, sehingga saat ini Indonesia jauh amat tertinggal dengan Vietnam.
Padahal Vietnam, lanjut Yudi, selama ini kebanyakan mengambil BBL dari kekayaan laut Indonesia.
"Selama ini keberhasilan membudidayakan BBL, karena kita lama tidak membudidayakan kita kalah dari Vietnam"
"Jadi yang terjadi membudidayakan dari Lobster 40 gram-50 gram. Lobster muda padahal sulit bertahan hidup karena peluang bertahan hidup hanya 0,01 persen"
"Bila diambil budidaya justru semakin menghilangkan jumlah populasi lobster," paparnya.
Maka itu, pembudidayaan lobster sejak tahap benur atau BBL amat penting untuk keberlanjutan populasi lobster.
Bahkan, turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kalau sudah dewasa bisa diambil dengan melihat stok yang ada. Stok Lobster dewasa alami degradasi atau over eksploitasi"
"Satu-satunya cara dengan membudidayakan dari BPL. Kita harus banyak belajar ke Vietnam soal teknologi pembudidayaan lobster dari tahap BBL ini," katanya.
Yudi menyebutkan, pengelolaan lobster perlu diperbaiki pada berbagai isu dan masalah dalam berbudidaya.
Yaitu isu tata kelola, tata niaga, lingkungan, kebijakan, hingga isu sosial budidaya.
Baca juga: Polda Banten Ungkap Kasus Penyelundupan 24 Ribu Benur Lobster
Baca juga: Curhat Rahayu Saraswati, Elektabilitas Tergerus Jelang Pencoblosan, Dituding Terlibat Kasus Lobster
"Dengan hadirnya sektor perikanan yang dikelola dengan baik dan juga budidaya lobster diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia"
"Perlu adanya kontribusi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi secara cepat dan berkelanjutan, distribusi kesejahteraan secara adil"
"serta kelestarian ekosistem dan sumber daya kelautan dan perikanan," tuturnya.
Diketahui, ada empat jenis lobster yang kita miliki yaitu antara lain:
- Lobster pasir
- Lobster mutiara
- Lobster batik, dan
- Lobster bambu
Demi keberlanjutan budidaya lobster, perlunya satu manajemen lobster yang baik.
Baik itu berkaitan dengan peluang riset, manajemen budidaya, konservasi, dan manajemen guna atasi berbagai tantangan.
"Ancaman terbesar dari lobster ini disebabkan oleh kerusakan habitat dan predator. Lobster dalam fase larva dan juvenile (BBL) alami kematian masal akibat kerusakan habitat dan predator"
"Oleh karena itu, untuk budidaya hematnya harus dimulai dengan membudidayakan dari benur lobster (BBL)," ungkap Yudi Nurul Ihsan.
Nelayan juga perlu didorong untuk tidak sebatas menjadi nelayan atau pembudidaya, tetapi juga jadi scientist di bidang lobster.
Manajemen juga perlu dilakukan dengan pendekatan dari aspek ekonomi, ekologi, dan sosial.
Terkait penangkapan, perlu dilakukan pendataan stock BBL, lobster muda dan lobster dewasa berdasarkan WPP.
Baca juga: Udang Lobster Lebak Dilirik Investor, Pemprov Banten Lakukan Pengembangan dan akan Eksploitasi
Baca juga: Kisah Menteri Edhy Prabowo, Dari Tukang Pijat Prabowo hingga Terjepit Uang Lobster
"Penangkapan benur atau BBL diharapkan sebagai upaya manfaatkan SDA untuk sebesar besar kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan sesuai amanat undang-undang"
"serta jadi bagian dari upaya membangun industri lobster yang hebat berbasis budidaya (Mariculture)"
"Masyarakat hendaknya juga diberikan arahan untuk tidak menangkap lobster muda yang berukuran 40-100 g"
"begitu juga aturan pembatasan penangkapan lobster dewasa berdasarkan WPP untuk menjaga keberlanjutan lobster di alam," jelas Yudi Nurul Ihsan.
Adanya kolaborasi pentahelic antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, serta dukungan media diharapkan untuk membangun budidaya lobster sebagai kebanggaan Indonesia.
"Terutama melakukan riset bersama terkait pendataan stock BBL, lobster muda, lobster dewasa berdasarkan WPP, dampak ekologi, ekonomi, dan social dari pengelolaan lobster"
"serta pengelolaan kawasan konservasi lobster disamping penguatan teknologi budidaya lobster yang meliputi pakan, penyakit, parasite, dan teknik budidaya yang tepat," katanya.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Budidaya Lobster di Masa Pandemi Covid-19, Ini Penyebab Indonesia Masih Tertinggal Jauh dari Vietnam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/ilustrasi-panen-lobster.jpg)