Bank Indonesia Provinsi Banten Dorong Pengembangan UMKM Daerah

Pihak Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten berkomitmen mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AMANDAPUTRIKIRANA
Erwin Soeriadimadja adalah kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten berkomitmen mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Gernas BBI diinisiasi oleh pemerintah Indonesia.

Upaya mendukung Gernas BBI itu dilakukan dengan cara secara aktif mendorong pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banten.

“UMKM kami klasifikasikan, yakni yang memiliki prospek baik, siap ekspor, dan siap untuk mengikuti perkembangan digitalisasi ekonomi,” ujar Erwin Soeriadimadja, kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, dalam pemaparannya di FEKDI 2021 di Kantor BI Banten, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Bank Indonesia Banten-Pemkot Serang Luncurkan TP2DD, Permudah Layanan bagi Masyarakat dan Pemerintah

Baca juga: Mendorong Semangat Kewirausahaan Santri, Bank Indonesia Banten Gelar Pelatihan Roti Pesantren

Dia menjelaskan, terdapat beberapa hal yang dilakukan BI untuk mendukung UMKM.

Upaya itu, seperti melakukan berbagai pembinaan yang terpadu, membangun ekosistem UMKM digital, serta membantu secara teknis agar UMKM terus maju.

Satu di antara pembinaan yang diberikan adalah melatih UMKM dalam menyusun laporan keuangan, mengingat laporan keuangan menjadi alat utama lembaga keuangan menilai kelayakan kredit.

“Kami melakukan pembinaan terhadap UMKM dalam menyusun laporan keuangan yang berpotensi dapat meningkatkan keuntungan usaha,” katanya.

BI juga melakukan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan manajerial SDM serta inovasi dari UMKM.

Tidak hanya itu, baru-baru ini BI telah melaksanakan Program Onboarding UMKM.

Tujuannya agar UMKM bisa masuk sebagai penjual di pasar daring dan menyesuaikan diri dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan platform digital, terutama Marketplace.

Dalam konteks yang lebih besar, Erwin mengaku pihaknya ingin menyatukan berbagai UMKM yang produktif dan memiliki produk berdaya saing menjadi suatu wujud korporatisasi.

Nantinya, modal bisa ditanggung bersama dan juga dapat meringankan pengeluaran serta meningkatkan pemasukan dalam sistem tersebut

“BI senantiasa memfasilitasi UMKM dengan menyediakan bisnis matching atau off taker-off taker yang dapat melakukan pembinaan dan juga pembelian terhadap produk-produk mereka,” jelas Erwin.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved