Breaking News:

Arab Saudi Izinkan 50 Ribu Jemaah Umrah di Mekah Selama Ramadan, Ini Aturannya

Otoritas Arab Saudi membuka pintu bagi jemaah yang melakukan ibadah umrah pada bulan Ramadan. Sebanyak 50 ribu jemaah boleh beribadah di Tanah Suci

Kementerian Media Saudi/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Otoritas Arab Saudi membuka pintu bagi jemaah yang melakukan ibadah umrah pada bulan Ramadan.

Sebanyak 50 ribu jemaah boleh beribadah di Tanah Suci Mekah setiap harinya.

Baca juga: Arab Saudi Rilis Aturan Baru Umrah, Hanya Tiga Kategori Ini yang Diizinkan Berangkat Selama Ramadan

Baca juga: Arab Saudi Akan Izinkan Umrah Mulai Awal Ramadan 2021, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci mengizinkan 100 ribu jamaah, di luar umrah, untuk shalat di Masjidil Haram di Mekah, selama Ramadan.

Sehingga, Masjidil Haram hanya diperbolehkan diisi oleh 150 ribu jemaah setiap hari selama Ramadan.
Pengumuman tersebut disampaikan Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci pada Selasa (6/4/2021) sebagaimana dilansir Arab News.

Kebijakan itu berlaku mulai awal Ramadan yang sedianya akan jatuh pada pekan depan.

Kementerian Agama Islam, Bimbingan, dan Dakwah mengatakan, izin umrah diberikan kepada jemaah berusia 65 tahun ke atas yang sudah divaksinasi virus corona.

Kepala Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci Syekh Abdulrahman Al-Sudais menuturkan bahwa vaksinasi Covid-19 merupakan syarat untuk memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah.
Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdullatif Al-Asheikh pada Selasa mengeluarkan arahan serta tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran virus corona selama Ramadan.

Dalam arahan tersebut, tertulis bahwa buka puasa, sahur, dan iktikaf di dalam masjid selama Ramadan akan ditangguhkan.

Di sisi lain, jumlah lokasi untuk shalat Idul Fitri setelah Ramadan berakhir akan ditambah.

Al-Asheikh menambahkan, hal-hal terkait penyelenggaraan shalat tarawih di masjid akan diumumkan kemudian.

Baca juga: Info Haji 2021: Kemenag Siapkan Skenario Berbasis Kuota, Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas

Baca juga: Ibadah Haji 2021, Kementerian Kesehataan Beri 57.000 Calon Jemaah Vaksinasi Covid-19

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdel Fattah Mashat menuturkan bahwa orang yang ingin melakukan umrah saat Ramadan harus mengajukan izin melalui aplikasi Tawakkalna.

Izin akan dibagikan setiap pekan selama Ramadan untuk para jemaah umrah dan orang-orang yang ingin shalat di Dua Masjid Suci.

Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved