Pimpin Koptan Banten Periode 2021-2024, Wiwi Laras Komitmen Bantu Kesejahteraan Petani dan Nelayan
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten mengukuhkan kepengurusan baru Koperasi Konsumen Pusat Tani dan Nelayan (Koptan) periode 2021-2024.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten mengukuhkan kepengurusan baru Koperasi Konsumen Pusat Tani dan Nelayan (Koptan) periode 2021-2024.
Acara pengukuhan kepengurusan dilakukan di Gedung Korpri Serang, Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang.
Baca juga: Pendaftaran BLT UMKM Tahap III Belum Dibuka, Dinas Koperasi dan UMKM Pandeglang: Mohon Bersabar
Baca juga: Tawarkan Program Ojek Online dan Koperasi, Partai Emas Tak Hanya Fokus di Bidang Politik
Ketua Koptan Provinsi Banten Wiwi Laras Wijayanti mengatakan, pandemi Covid-19 membuat terpuruknya potensi pelaku usaha terutama bagi para petani dan nelayan.
Untuk itu, pengurus Koptan berupaya mencari tahu penyebab dari keterpurukan yang dialami para petani dan nelayan.
Upaya itu dilakukan dengan cara membangun hubungan komunikasi dengan para pelaku tani dan nelayan.
"Mereka pada curhat nih, kemudian kita coba cari cara agar bisa membantu," ucap Wiwi Laras Wijayanti kepada wartawan saat selesai acara pengukuhan di Gedung Korpri Serang, Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang. Senin (12/4/2021).
Sebagai upaya membantu para petani dan nelayan, pihaknya nelayan dengan mencoba menampung hasil panen yang mereka hasilkan.
Contohnya seperti beras, selama ini yang dialami para petani saat panen, menurut Wiwi mereka tidak mendapat upah yang layak.
"Jadi uangnya hanya sebatas untuk itu saja, boro-boro bisa buat menabung," jelasnya
Baca juga: Melalui Voting, Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama dan Kreditor Setuju Berdamai
Baca juga: Dampak Covid-19, 10 Koperasi Tercatat Ikut Proses PKPU di Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat
Hasil panen yang dihasilkan para petani dibeli pembeli harga jauh di bawah harga pasar.
Hal tersebut menurutnya sangat merugikan para petani dan justru menguntungkan bagi para pedagang.
Sehingga terbentuk usaha bersama dengan nama Koperasi Konsumen Pusat Tani dan Nelayan (Koptan) Banten.
"Kalau dengan kami tidak seperti itu, kita akan menggunakan sistem kekeluargaan ," ujarnya
Sistem kekeluargaan yang dimaksud adalah sistem yang digunakan Koptan untuk membuat para petani agar tidak merasa dirugikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/koperasi-konsumen-pusat-tani-dan-nelayan-koptan.jpg)