Breaking News:

Satpol PP Kota Serang Sosialisasi Pembatasan Jam Operasional Rumah Makan di Bulan Ramadan

Pihak Satpol PP Kota Serang mensosialisasikan imbauan bersama Pemkot Serang, Kementerian Agama dan MUI Kota Serang tentang aktivitas selama Ramadan.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Ilustrasi Satpol PP Kota Serang 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang mensosialisasikan imbauan bersama Pemkot Serang, Kementerian Agama dan MUI Kota Serang tentang pembatasan aktivitas rumah makan selama Ramadan.

Pada Rabu (14/4/2021) ini, upaya sosialisasi dilakukan di mulai dari Simpang Raya Kota Serang, McD, Stadion, Pocis, Royal, Mos dan beberapa tempat lainya di Kota Serang.

Pemkot Kota Serang bersama Kiai, Ulama, Tokoh Agama dan beberapa para pedagang telah melakukan rapat kerja, pada Kamis (8/4/2021).

Lalu, rapat lanjutan diselanggarakan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pada Senin (12/4/2021).

Rapat itu menghasilkan beberapa kesepakatan di antaranya membatasi jam operasional bagi para pelaku usaha restoran, rumah makan, warung nasi, kafe dan sejenisnya.

Baca juga: Satpol PP Kota Serang Gelar Operasi Protokol Kesehatan di Pasar Lama dan Stadion Maulana Yusuf

Baca juga: Pakai Ekskavator, Satpol PP Robohkan Tembok Sepanjang 300 Meter Yang Kurung Satu Rumah di Ciledug

Aktivitas warga Kota Serang selama Ramadan mengacu pada peraturan nomor 451.13/335-Kesra/2021 tentang Peribadatan Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah.

"Kita namakan Revolusi Ramadan sesuai arahan Sekretaris MUI," ujar TB Hasan, Kabid Penegak Prodak Hukum Daerah (pphd), saat berada di Kawasan Royal, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten. Rabu, (14/4/2021).

Dia menjelaskan, upaya sosialisasi berupa menempel surat imbauan agar mematuhi aturan aktivitas selama Ramadan itu mengacu pada peraturan Wali Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010.

Pengawasan ini dilakukan setiap hari dan setiap malam selama bulan suci Ramadhan.

Selama pengawasan itu, sekitar 32 petugas Satpol PP Kota Serang dikerahkan untuk melakukan pengawasan.

Apabila ada pelaku usaha yang melanggar aturan, maka kata dia, petugas tidak segan-segan melakukan tindakan sesuai standar operasional.

Kemudian sesuai rapat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

Baca juga: Cerita Manusia Silver di Serang, Bentol-bentol Hingga Dua Kali Ditangkap Satpol PP

Baca juga: Satpol PP Kota Tangsel Razia Hotel dan Indekos, Temukan Kondom dan Pasangan Muda-Mudi tak Berbusana

Bahwa kini mindset Satpol PP mulai sekarang dan seterusnya telah dirubah.

"Dari arogansi menjadi humanis," ucapnya.

Humanis yang dimaksud bahwa ketika ada yang kedapatan melanggar Perda, maka ditindak dengan cara humanis.

"Kita ambil KTPnya, kita ajak ke kantor dan memintanya untuk membuat surat pernyataan," ucapnya.

Jika kedapatan melanggar kembali hingga tiga kali, maka akan ditindak tegas dengan mengajukan ke pengadilan.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved