Kisah Jufriansyah, Pemuda Asal OKI: Niat Cari Kerja Kini Malah Terlantar di Kota Serang
Seorang pria asal Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan terlantar di Kota Serang, Banten.
Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin
TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Seorang pria asal Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan terlantar di Kota Serang, Banten.
Pria bernama Jufriansyah (25) itu pengangguran yang kesulitan mencari kerja di tempat tinggalnya.
Lalu pada April 2021, dia memutuskan pergi ke Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk mencari kerja.
Pada Selasa (21/4/2021), wartawan TribunBanten.com melihat Jufriansyah terlihat seperti orang yang sedang bingung di Terminal Pakupatan.
Jufriansyah menenteng plastik berwarna merah di dalam masjid yang berada di terminal tersebut.
Jufriansyah memperlihatkan surat yang berada di dalam amplop warna kuning berisi surat rekomendasi yang diajukan ke Dinsos Provinsi Banten.
"Soalnya mencari kerja susah, jadi pergi ke Tasikmalaya untuk mencari kerja," ujar Jufriansyah kepada TribunBanten.com saat ditemui di Terminal Pakupatan Kota Serang, Banten. Selasa (20/4/2021).
Baca juga: Pria Terlantar di Pelabuhan Merak Selama 10 Hari, Ternyata Anggota Polri, Begini Ceritanya
Baca juga: VIRAL Pria Asal Humbahas Rela Tinggalkan Jasad Ayahnya Demi Tes Masuk Calon Polisi, Begini Ceritanya
Sebelum pergi, Jufriansyah membawa uang Rp 1,5 juta dari pemberin orang tua.
Semula, dia berharap, uang itu mampu menghidupinya sehari-hari sehingga mendapatkan pekerjaan di
Tasikmalaya.
Bukannya mendapat pekerjaan justru dirinya malah terlantar akibat bekal yang dimiliki habis.
"Uangnya habis buat makan, sama buat bayar kost," ucapnya.
Selama di Tasikmalaya, Jufri tinggal berdua di sebuah tempat kos bersama dengan temannya.
"Tinggal berdua sama temen, tapi dia asli orang sana," ucapnya.
Selama 15 hari di Tasikmalaya, Jufri belum mendapatkan pekerjaan, namun bekal yang ia miliki hanya mampu membiayai hidupnya selama 15 hari.
Jufri merasa bingung bagaimana cara dirinya agar bisa bertahan hidup.
Kemudian Jufri menghubungi keluarganya, namun keluarga dirumahnya tidak memiliki uang untuk bisa memulangkannya.
Kemudian menyarankan Jufri untuk pergi Dinas Sosial terdekat, agar bisa membantu dirinya untuk pulang.
"Pergi ke Dinsos Tasik, dibuatkan surat seperti ini (surat keterangan/rujukan)," ucap Jufri sambil menunjukan sebuah kertas yang dipegangnya.
Baca juga: Cerita Heroik Penjaga Kos Bawa Semprot Nyamuk Gagalkan Pencurian di Sumurpecung, Pelaku Pakai Pistol
Baca juga: Cerita Tekad Warga Bayah Lebak untuk Beritikaf Selama Bulan Ramadan di Masjid Agung Kasunyatan
Kemudian dari Dinsos Tasik, Jufri diminta untuk pergi menemui Dinsos Provinsi Jawa Barat sambil membawa sebuah surat dari Dinsos Tasikmalaya.
"Waktu ke dinsos provinsi yang di Cimahi, itu kan hari Sabtu di sana tutup," ucapnya.
Beruntung kata Jufri di sana dirinya ketemu seorang satpam yang baik.
Sehingga satpam tersebut membawanya ke sebuah penginapan yang ada di Dinsos Provinsi.
"Ada tempat penginapan semacam penampungan gitu," ujarnya.
Jufri diberi makan dan tempat tinggal selama dua hari di sana.
Kemudian pada hari Senin (20/4/2021) Jufri dibuatkan surat rekomendasi oleh Dinsos Provinsi Jawa Barat untuk menuju ke Dinsos Provinsi Banten.
"Di oper-oper gitu, dari Tasik ke Cimahi kemudian ke Banten," ucapnya.
Jufri berangkat dari Dinsos Provinsi Jawa Barat sekitar 22.00 WIB dan sampai di Serang pada Selasa (20/4/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.
Baca juga: Cerita Januar Eka Ramadhan, Pemuda Asal Cilegon yang Akan Memperkuat Rans Cilegon FC
Baca juga: Warga Tangerang Selatan Resah Kemunculan Ular hingga Buaya di Pemukiman Penduduk, Begini Ceritanya
Saat itu kata Jufri, Dinsos Provinsi Jawa Barat memberikannya uang sebesar Rp 80.000 untuk biaya ongkos ke Banten.
"Dikasih uang dari Dinsos Cimahi, Rp 80.000. Buat ongkos Rp 75.000 sama buat beli roti Rp 5.000," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kisah-pemuda-terlantar-di-kota-serang.jpg)