Breaking News:

6 Teroris Penyerang Mako Brimob Dijatuhi Hukuman Mati, 36 Jam Mencekam 5 Densus Tewas

"Keenam terdakwa menerima putusan, tidak mengajukan banding," ujarnya.

Editor: Abdul Qodir
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Aparat Brimob berjaga di depan Markas Komando (Mako) Brimob, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5/2018). Kepolisian menerapkan penjagaan ketat di depan Mako Brimob dan menutup akses jalan menuju Mako Brimob pasca-penyerangan dan penyanderaan petugas oleh narapidana kasus terorisme. 

TRIBUNBANTEN.COM - Masih ingat kejadian kerusuhan disertai penyanderaan selama 36 jam oleh para narapidana teroris yang mengakibatkan lima polisi dan satu napi tewas di Rutan Mako Brimob Depok pada Mei 2018 lalu?  

Pada Rabu (21/3/2021) kemarin, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah menjatuhkan vonis hukuman mati kepada enam terdakwa kasus terorisme yang terlibat penyerangan Mako Brimob Depok tersebut.

Staf Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengatakan dalam sidang putusan yang digelar pada Rabu (21/4/2021) keenam terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana terorisme.

"Terhadap keenam terdakwa dijatuhi vonis hukuman mati," kata Staf Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Terduga Teroris di Makassar Tewas Ditembak Karena Serang Polisi, Pernah Lempar Bom di Acara Gubernur

Baca juga: Terduga Teroris Ini Akui Pernah Jemur Bahan Peledak di Rumahnya Selama 3 Hari

Keenam terdakwa terorisme yakni Anang Rachman, Suparman alias Maher, Syawaludin Pakpahan, Suyanto alias Abu Izza, Handoko alias Abu Bukhori, dan Wawan Kurniawan.

Atas putusan yang berdasar pada UU Nomor 15 Tahun 2015 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme tersebut keenam terdakwa menyatakan tidak mengajukan banding.

"Keenam terdakwa menerima putusan, tidak mengajukan banding," ujarnya.

Narapidana terorisme menyerahkan diri setelah kerusuhan dan penyanderaan di Rutan Mako Brimob
Narapidana terorisme menyerahkan diri setelah kerusuhan dan penyanderaan di Rutan Mako Brimob (Kolase Kompas.com)

Kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat terjadi pada 8 Mei 2018 silam akibat cekcok antara tahanan tindak pidana terorisme dengan sejumlah petugas jaga.

Baca juga: Kepala Samsat Malingping Tersangka, Kejati Banten Ungkap Sudah Ada Niat Korupsi Sejak Awal

Baca juga: Ayah Tiri di Serang Rudapaksa Anak 13 Tahun Selama 3 Tahun, Dari Guru Mengaji Terungkap

Kerusuhan dipicu saat satu napi Blok C Mako Brimob Kelapa Dua, Depok merasa tersinggung petugas jaga memeriksa makanan titipan untuknya lalu menghasut napi lain menyerang petugas.

Sebanyak lima anggota Polri yang bertugas saat kejadian dan satu narapidana terorisme yang ditahan d Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok tewas dalam kejadian tersebut.

36 Jam 5 Anggota Densus Tewas

Penyerangan disertai penyanderaan oleh ratusan narapidana kasus terorisme terhadap polisi di Rutan Mako Brimob Depok pada Selasa (8/5/2018) malam hingga Kamis (10/5/2021) pagi, menjadi mengejutkan banyak pihak.

Suasana di lokasi Mako Brimob saat itu sangat mencekam dan berlangsung sekitar 36 jam hingga disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi.

Mulanya sel tahanan napi kasus terorisme (napiter) dikabarkan jebol pada pada Selasa (8/5/2018) sekitar pukul 21.30 WIB.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved