Breaking News:

News

Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Warga yang Tetap Pergi Keluar Kota Wajib Penuhi Syarat Ini

Pemerintah telah memutuskan untuk meniadakan mudik lebaran 2021 ini karena pademi Covid019 yang masih terjadi di Indonesia.

Tribunnews/Dea Duta Aulia
Ilustrasi Mudik Menggunakan Armada Transportasi Bus 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah telah memutuskan untuk meniadakan mudik lebaran 2021 ini karena pademi Covid019 yang masih terjadi di Indonesia.

Namun untuk masyarakat yang ingin tetap nekat pergi mudik ada sejumlah syarat bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) demi menekan penambahan kasus positif Covid-19 jelang Hari Raya Idulfitri 2021.

Melansir Tribunnews, meski kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 masih belum berlaku, pemerintah telah mengeluarkan aturan pengetatan syarat perjalanan atau bepergian.

Peraturan itu dikeluarkan langsung oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan ditandatangani Kasatgas sekaligus Ketua BNPB Doni Monardo.

Baca juga: Jelang Lebaran 2021, Penjualan Mobil Bekas di Serang Meningkat Meski Ada Larangan Mudik

Baca juga: Dilarang Mudik Lebaran 2021, Ini Daftar 15 Kendaraan yang Masih Boleh Diizinkan Melintas

Dalam Addendum Satgas Covid-19 No.13 Tahun 2021, pengetatan syarat perjalanan berlaku mulai Kamis (22/4/2021) lalu hingga 5 Mei 2021. Ini merupakan aturan tambahan pada aturan pe larangan mudik sebelumnya yang ditetapkan pada 6-17 Mei 2021.

Oleh karena itu, bagi Anda yang tetap memutuskan mudik pada tanggal tersebut masih bisa bepergian asal memenuhi syarat perjalanan.

Lalu, apa saja syarat-syarat yang harus dipenuhi jika ingin mudik sebelum larangan tersebut berlaku?

Bagi Anda yang ingin bepergian pada masa sebelum dan sesudah larangan mudik berlaku, syarat utama yang wajib dipenuhi adalah menggunakan bus atau kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.

Berdasarkan addendum, perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak atau rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.

Baca juga: Gubernur Banten Minta Irna Narulita dan Benyamin Davnie Amanah dan Serius Tangani Covid-19

Baca juga: Cara Pemakaian Masker Ganda yang Benar, Lebih Efektif Cegah Penularan Covid-19

Hasil tes yang diperlukan adalah dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Aturan itu juga berlaku bagi Anda yang ingin pergi ke luar kota naik bus atau moda transportasi darat lainnya. Pelaku perjalanan transportasi umum darat wajib dilakukan rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.

"Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah," demikian bunyi SE No 13 tersebut.

Tak hanya itu, pelaku perjalanan dalam negeri juga diimbau untuk melakukan pengisian electronic health alert card (e-HAC) Indonesia. Syarat ini berlaku pula pada seluruh moda transportasi darat umum maupun pribadi.

Dalam SE tersebut juga disebutkan, anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

"Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan," kata SE tersebut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ada Larangan Mudik, Anda Wajib Penuhi Syarat Ini Jika Ingin Tetap Bepergian Keluar Kota, https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/04/26/ada-larangan-mudik-anda-wajib-penuhi-syarat-ini-jika-ingin-tetap-bepergian-keluar-kota

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved