Breaking News:

Kabupaten Serang Capai Nilai Baik di MCP yang Ditetapkan KPK Dalam Pencegahan Pemberantasan Korupsi

Pemerintah Kabupaten Serang mendapatkan nilai 83 persen atau relatif baik dari hasil Monitoring Center of Prevention (MCP).

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Pemerintah Kabupaten Serang mendapatkan nilai 83 persen atau relatif baik dari hasil Monitoring Center of Prevention (MCP). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah Kabupaten Serang mendapatkan nilai 83 persen atau relatif baik dari hasil Monitoring Center of Prevention (MCP).

Ini merupakan penilaian yang dilakukan pihak Direktorat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Koordinator Wilayah II meliputi Provinsi Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta

Baca juga: Warung Kelontong di Jalan Raya Jakarta Ciruas Kabupaten Serang Ludes Terbakar Rabu Pagi

Baca juga: Terdengar Suara Ledakan Petasan Diiringi Sirine di Kantor BPBD Kabupaten Serang, Ada Apa Gerangan?

Direktorat Korsupgah Wilayah II KPK Dwi Aprillia Linda Astuti, mengatakan pihaknya melakukan penilaian bernama Monitoring Center of Prevention (MCP).

"Untuk Kabupaten Serang nilai tahun 2020 sudah relatif baik 83 persen,” ujarnya usai Rapat Kegiatan Koordinasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Pemerintah Kabupaten Serang di Aula Tb. Suwandi, dalam keterangan yang diterima wartawan, pada Selasa, (27/4/2021).

Namun, kata dia, masih ada area yang kuning terkait pendapatan pajak.

Sebab, kemarin penilaian dari KPK ada peningkatan pajak dari tahun 2019 sampai tahun 2020.

“Karena pandemi covid-19, tidak mungkin bisa dilakukan peningkatan justru malah turun jauh, sehingga nilainya menjadi kuning. Tapi secara umum (Pemkab Serang) sudah baik, tinggal nanti kita pertahanankan dan kalau bisa ditingkatkan,” kata Linda.

Dijelaskan dia, pada dasarnya penilaian MCP KPK konsen pada tematik itu adalah aset dan pajak.
Sedangkan untuk saat ini ada penambahan terkait pengadaan barang dan jasa.

“Jadi kalau untuk aset ada beberapa rekomendasi dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) agar sertifikasi supaya diselesaikan sesuai dengan target,”katanya.

Baca juga: Rumah di Cikeusal Kabupaten Serang Roboh Setelah Sering Terkena Banjir

Baca juga: Pelaku Pariwisata Belum Divaksin, Tempat Wisata di Kabupaten Serang Beroperasi dengan Prokes Ketat

Berdasarkan informasi, pada triwulan pertama baru keluar sekitar 19 sertifikat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved