Mudik Lebaran 2021

Baru Dapat Sedikit, Polisi Antisipasi Serangan Pemudik Malam Hari di Pertigaan Gerem Cilegon

Selain petugas teknis, penyekatan di Pertigaan Gerem ini juga mendapat pengamanan dari anggota Brimob bersenjata lengkap.

Penulis: Khairul Maarif | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Suasana pemeriksaan kendaraan di pos penyekatan Pertigaan Gerem, Kota Cilegon, Jumat (7/5/2021), menyusul larangan mudik 2012 Cilegon.  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Petugas gabungan Polri, TNI dan Dishub terus melakukan penyekatan pemudik di wilayah Banten pada H+2 pemberlakuan larangan mudik nasional.

Lalu, seperti apa larangan mudik 2021 Cilegon, khususnya di Pertigaan Gerem yang menjadi akses pemudik menuju Pelabuhan Merak?

Pantauan TribunBanten.com, puluhan petugas gabungan memantau dan langsung melakukan pemeriksaan terhadap mobil dan sepeda motor yang dicurigai ditumpangi pemudik di Pertigaan Gerem Cilegon pada Jumat (7/5/2021).

Selain petugas teknis, penyekatan di Pertigaan Gerem ini juga mendapat pengamanan dari anggota Brimob bersenjata lengkap.

Beberapa personel BPBD dan PMI Kota Cilegon juga membantu memberikan masker kepada para pengendara.

Baca juga: Personel Gabungan Jaga Larangan Mudik Lebaran, Wali Kota Cilegon Pastikan Tak Ada Pemudik yang Lolos

Terpantau, lalu lintas di Pertigaan Gerem tampak ramai lancar.

Hingga Jumat sore, belum banyak kendaraan yang terjaring dan diminta putar balik di Posko Penyekatan atau check point Pertigaan Gerem.

"Hari ini, R2 (kendaraan roda dua) ada tiga unit dan R4 (kendaraan roda empat) ada dua unit," ujar Kapolsek Pulomerak, Kompol Muhammad Akbar Baskoro kepada TribunBanten.com di Pertigaan Gerem.

Kapolsek Pulomerak, Kompol Akbar Baskoro melakukan pemantauan operasi penyekatan larangan mudik 2021 Cilegon di Pertigaan Gerem, Kota Cilegon, Jumat (7/5/2021).
Kapolsek Pulomerak, Kompol Akbar Baskoro melakukan pemantauan operasi penyekatan larangan mudik 2021 Cilegon di Pertigaan Gerem, Kota Cilegon, Jumat (7/5/2021). (TribunBanten.com/Khairul Ma'arif)

Jumlah kendaran yang diminta putar balik di Pertigaan Gerem hingga sore ini lebih sedikit dibandingkan sehari sebelumnya.

Pada hari pertama penyekatan di Pertugaan Gerem kemarin, ada 20 unit sepeda motor, 50 unit mobil, 40 unit bus yang diputar balik oleh petugas. Seluruhnya merupakan kendaraan asal DKI Jakarta.

Baca juga: Periode Larangan Mudik Lebaran, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Merak Cilegon Turun Drastis

Meski jumlah kendaraan yang diputar balik pada siang hari terbilang sedikit, petugas tetap mengantisipasi lonjakan kendaraan pemudik yang mengambil perjalanan pada malam hari, seperti pada musim mudik Lebaran tahun lalu. 

"Kami belum bisa sampaikan penurunan, karena serangan pemudik biasanya akan meningkat pada malam hari," ucap Akbar.

Pada hari pertama larangan mudik di Kota Serang, Kamis (6/5/2021), tercatat 37 mobil pemudik yang harus putar balik saat hendak menuju DKI Jakarta.
Pada hari pertama larangan mudik di Kota Serang, Kamis (6/5/2021), tercatat 37 mobil pemudik yang harus putar balik saat hendak menuju DKI Jakarta. (dokumentasi Polres Serang Kota)

Ia menambahkan, sejauh ini pengendara yang diputarbalikkan oleh petugas terbilang kooperatif.

Baca juga: Patroli Sahur Berujung Cekcok Antarkelompok, Komplotan Geng Motor yang Bacok Warga Serang Ditangkap

"Meski ada beberapa yang melawan, tapi masih biasa saja," tukasnya.

Artikel lain terkait larangan mudik 2021 di TribunBanten.com

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved