Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

11.200 Ranmor Diperiksa dan 2.204 Kendaraan Diputar Balik di Banten, Pemudik tak Terprovokasi

Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugoroho meyakini masyarakat tak mau dipidana hanya karena pengaruh video provokasi mudik.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Petugas gabungan melakukan penyekatan dalam rangka operasi larangan mudik 2021 Serang di Gerbang Tol Ciujung, Kabupaten Serang, Sabtu (8/5/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG – Hingga hari ke-4 (10/5/2021) larangan mudik, sebanyak 11.200 kendaraan bermotor pemudik telah diperiksa petugas di 24 pos penyekatan wilayah hukum Polda Banten. Sebanyak 2.204 kendaraan di antaranya diputar balik petugas. 

Namun, tak satu pun pengendara yang terprovokasi menerobos penjagaan petugas pada saat larangan mudik 2021 Banten.

Demikian disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugoroho dalam keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com, Selasa (11/5/2021).

Rudy meyakini masyarakat tak mau dipidana hanya karena pengaruh video provokasi mudik.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugoroho
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugoroho (Dok. Polda Banten)

Terbukti, meski ada 2.204 kendaraan diputarbalikkan karena tidak memenuhi ketentuan mudik di masa Covid-19, tak satu pun pengendara yang melawan dan menerobos petugas di pos penyekatan.

“Kami paham warga rindu mudik lebaran, tetapi toh sampai hari ini tak ada yang terprovokasi oleh video provokator mudik yang sudah  menyebar itu,” kata Rudy di Mapolda Banten, Kota Serang, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Bikin Geger, Ribuan Pemudik Sepeda Motor Terobos Pos Penyekatan di Kedungwaringin

Baca juga: Mobil Mewah Berplat B Tabrak Polisi Saat Penyekatan Mudik, Begini Nasib Si Pengendara Sekarang

Ia mengatakan, petugasnya dalam melaksanakan “Operasi Ketupat Maung 2021” yang menyasar pemudik lebaran mengedepankan pendekatan pelayanan secara humanis. Petugas juga menggambarkan kemungkinan risiko Covid-19 menyebar lebih luas sejalan dengan masifnya mobilitas manusia. 

Petugas melakukan penyekatan dan pemeriksaan kendaraan di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/5/2021).
Petugas melakukan penyekatan dan pemeriksaan kendaraan di Gerbang Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (6/5/2021). (Warta Kota/Nur Ichsan)

Di samping itu, jika memaksakan diri menerobos penyekatan, akan berisiko hukum lantaran dapat tergolong melawan petugas. Dan sejauh ini, tak ada pemudik yang emosional dan terprovokasi, dan tujuan utama penyekatan pun tercapai.

"Pasal 212, 214, dan pasal 216 KUHP, sudah mengatur hal itu (melawan petugas, pen). Kami berharap petugas takkan pernah sampai menggunakannya. Untuk itu, kesadaran dan kepatuhan masyarakat sangat penting demi mencegah penyebaran Covid-19," ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan larangan mudik 2021 dari pemerintah bertujuan mencegah penyebaran Covid-19. Ini sesuai Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Petugas gabungan melakukan penyekatan pemudik di Pos Gamon, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021) malam. Dalam penyekatan pemudik yang mayoritas pengendara roda dua tersebut, pemudik diarahkan untuk memutar balik menuju Jakarta, namun banyak pemudik yang menerobos penyekatan ini.
Petugas gabungan melakukan penyekatan pemudik di Pos Gamon, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021) malam. Dalam penyekatan pemudik yang mayoritas pengendara roda dua tersebut, pemudik diarahkan untuk memutar balik menuju Jakarta, namun banyak pemudik yang menerobos penyekatan ini. (Tribunnews.com/Irwan Rismawan)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved