Idul Fitri 2021
Meski Pemerintah Izinkan Destinasi Wisata Dibuka, PHRI Banten Pasrah Dengan Keadaan
Meski begitu, ia pesimis dengan dibukanya tempat wisata selama libur lebaran akan berdampak signifikan bagi para pelaku usaha wisata.
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan
TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Ahmad Sari mengikuti aturan kebijakan pemerintah terkait tempat wisata yang diperbolehkan buka pada saat libur lebaran.
Meski begitu, ia pesimis dengan dibukanya tempat wisata selama libur lebaran akan berdampak signifikan bagi para pelaku usaha wisata.
Apalagi menurutnya, sektor pariwisata saat ini sudah semakin terpuruk dengan adanya pandemi Covid-19 yang selama satu tahun terakhir terus bertambah.
"Kalau memang terisi alhamdulilah dan kalau tidak juga ya alhamdulilah. Diam saja lebih baik," katanya saat dihubungi, Selasa (11/5/2021).
Ia mengatakan, meski wilayah Banten berstatus zona oranye, bukan tidak mungkin penyebaran Covid-19 akan tetap terjadi di lokasi wisata yang diizinkan dibuka.
Baca juga: Periode Larangan Mudik, 4123 Pemudik Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Dites Acak
Kendati begitu, menurutnya saat ini tingkat okupansi hotel di lokasi wisata di Banten sudah mulai meningkat.
Pihaknya berharap animo masyarakat untuk berwisata bisa cepat meningkat, setelah diberlakukan pelarangan mudik ataupun pembatasan aktivtas warga sepanjang pandemi kemarin.
Baca juga: Mudik Dilarang, Warga Sekitar Terminal Curhat Dua Kali Lebaran Tak Pulang Kampung
Di Banten, sudah banyak pengelola hotel sudah mempersiapkan diri untuk menyambut para pengunjung yang hendak berlibur.
"Kita tidak bisa berandai-andai untuk berapa jumlah okupansinya. Kalau kesiapan sudah siap semua untuk mengikuti aturan pemerintah," sambungnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/sandiaga-uno-ke-pandeglang-23.jpg)