Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Mudik Dilarang, Warga Sekitar Terminal Curhat Dua Kali Lebaran Tak Pulang Kampung

Sejak Kamis 6 Mei 2021, pemerintah pusat memberlakukan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Suasana di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejak Kamis 6 Mei 2021, pemerintah pusat memberlakukan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

Pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021 itu untuk mencegah penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Selama pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021 itu, sejumlah masyarakat ada yang memilih untuk tidak mudik.

Namun, sebagian lainnya memilih nekat mudik melakukan perjalanan menggunakan berbagai macam sarana transportasi.

Baca juga: Lima Hari Larangan Mudik, 3 Bus Nekat Bawa Penumpang ke Arah Serang, Begini Nasibnya

Baca juga: Cerita Polisi yang Tugas di Pos Penyekatan, Dua Kali Lebaran Tidak Mudik Hanya Andalkan Video Call

Tokoh masyarakat, Hasnaeni, melihat dan bercengkrama dengan masyarakat yang tidak mudik Lebaran.

Kesempatan itu didapat saat dia mengunjungi Terminal Bus Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (10/5/2021).

Dia melihat warga di sekitar terminal yang bekerja sebagai sopir angkot, pengamen, dan tukang ojek pangkalan masih bertahan di ibu kota tidak pulang ke kampung halaman.

"Mereka mengatakan kepada saya rencananya akan pulang kampung setelah Lebaran berikutnya," kata Hasnaeni, dalam keterangannya, Senin (10/5/2021),

Hasnaeni menilai masyarakat yang tidak mudik telah mematuhi anjuran pemerintah dalam penanggulangan virus corona.

"Kita sama-sama ingin menyelesaikan persoalan Covid. Mereka tidak mudik mematuhi aturan pemerintah. Sehingga bisa menekan angka Covid," kata dia.

Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Masih Dilarang Meski Vaksinasi Covid-19 sudah Berjalan? Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Viral Keluarga Mudik Jalan Kaki Gombong-Bandung, Ternyata Cuma Modus dan Setahun Keliling Pulau Jawa

Untuk membantu meringankan beban, Hasnaeni yang juga ketua Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) memberikan bantuan sosial.

Bantuan berupa beras dan uang diberikan kepada masyarakat yang tak mudik.

Bantuan diberikan terutama kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Donasi dibagikan kepada mereka, lanjut Hasnaeni sebagai wujud nyata bahwa Partai Emas mendukung teratasinya pandemi Covid-19.

Kendati tak banyak yang pihaknya berikan, Hasnaeni berharap sumbangan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah virus corona, khususnya menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

"Kita berbagi kepada mereka yang memilih tak mudik lebaran pada tahun ini," tambahnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved