Breaking News:

Hari Raya Idul Fitri dan Hakikat Islam untuk Berbagi dengan Sesama

Ginanda Siregar, anggota DPRD termuda Kabupaten Labuhanbatu Selatan dari Partai Perindo, mengatakan Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum berbagi

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Anggota DPRD termuda Kabupaten Labuhanbatu Selatan dari Partai Perindo, Ginanda Siregar 

TRIBUNBANTEN.COM - Pada Rabu (12/5/2021) ini, merupakan hari terakhir ibadah puasa di bulan Ramadan 1442 Hijriah.

Telah genap 30 hari, umat Islam menunaikan ibadah puasa menahan lapar dan dahaga serta hawa nafsu.

Ginanda Siregar, anggota DPRD termuda Kabupaten Labuhanbatu Selatan dari Partai Perindo, mengatakan Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum berbagi kepada sesama.

Ketua Fraksi Hati Nurani Bersatu DPRD Labusel itu turun ke masyarakat, menyantuni anak yatim dan membagikan bingkisan lebaran berupa sarung salat, dan baju salat Hari Raya Idul Fitri.

Ginanda yang juga Ketua Fraksi Hati Nurani Bersatu DPRD Labusel mengatakan, semua orang miskin anak-anak yatim itu semua adalah tanggung jawab kita bersama.

Lanjut Ginanda, setelah menjalani di bulan Ramadhan ini mari kita sama-sama saling memaafkan antara satu dengan lainnya. Karena tidak ada umat manusia di seluruh dunia ini yang tidak memiliki kesalahan.

"Saya berharap di akhir bulan Ramadan ini, semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu. Dan semoga Allah SWT memberikan umur yang panjang untuk merasakan bulan Ramadan tahu depan," kata dia, dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (12/5/2021).

Al-Quran secara tegas mengatakan anak yatim adalah sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan. Allah berfirman dalam hadist keutamaan menyayangi anak yatim:

"Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah "Memperbaiki keadaan mereka adalah baik," (QS. Al-Baqarah [2]: 220).

Ginanda juga katakan, keutamaan menyantuni anak yatim dan memberi makan anak yatim dan orang miskin merupakan tanda orang-orang yang abror.

"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan (abror) minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. Yaitu mata air (dalam surga) yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan." (QS. Al-Insan: 5-6).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved