Breaking News:

Idul Fitri 1442 H

Geliat Ziarah Warga dan Aroma Wangi di TPU Astana Maadina Pandeglang

Ada berbagai jenis bunga yang terhampar di atas makam-makam tersebut. Ada bunga mawar, bunga kantil, melati sedap malam, hingga daun pandan.

Penulis: mildaniati | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Mildaniati
Para peziarah berdatangan TPU Astana Maadina di RT 01/06 Kampung Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/5/2021), usai pelaksanaan salat Idul Fitri 1442 H. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN, PANDEGLANG -  Aroma wangi menyeruak saat memasuki TPU Astana Maadina di RT 01/06 Kampung Cihaseum, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Kamis (13/5/2021), bertepatan hari raya Idul Fitri 1442 H.

Wangi tersebut berasal dari taburan bunga tabur di atas sejumlah makam dan para penjual bunga di TPU tersebut.

Beberapa makam terlihat berhiaskan tangkai bunga aster warna kuning dan putih.

Ada berbagai jenis bunga yang terhampar di atas makam-makam tersebut. Ada bunga mawar, bunga kantil, melati sedap malam, hingga daun pandan.

Aroma dari berbagai jenis bunga tersebut semerbak di sekitar TPU Astana Maadina.

Baca juga: Pemkab Tangerang Izinkan Warganya Ziarah Makam Pada Idul Fitri, Pengunjung TPU Dibatasi

Seorang penjual bunga di TPU Astana Maadina, Fanilah (32) mengatakan menjual 75 kantong plastik bunga tabur dengan berbagai jenis.

Dia membeli bunga di Serang dan Pandeglang. Ide berjualan bunga di makam saat Idul Fitri berawal dari kebiasaannya menaburkan bunga di makam keluarganya saat berziarah.

"Inisiatif sendiri karena biasa nabur bunga ke makam, dari kebiasaan sendiri kemudian timbul jiwa usahanya," ungkap Fani di TPU Astana Maadina.

Menurutnya, wangi dari bunga mawar dicampur dengan bunga jenis lain akan semakin kuat. Aroma tersebut makin menyeruak jika diungkep bersama irisan daun pandan. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam kantong pelastik dan disimpan di dalam lemari es selama satu malam.

Baca juga: Jengkol dan Angeun Lada jadi Makanan Favorit Bupati Pandeglang Narulita saat Lebaran

Ia menjual satu kantong plastik bunga seharga Rp 5.000. Selain bunga, dia juga menjual 25 air mawar dalam botol berisi 600 mm seharga Rp 10.000

Semua bunga dan air mawal dagamgamnya habis terjual seluruhnya pada pukul 10:30. 

Para warga silih berganti datang berziarah ke TPU Astana Maadina seusai salat Idul Fitri.

Beberapa peziarah jongkok saat memanjatkan doa di depan makam keluarganya. Namun, ada juga penyewaan kursi pendek dengan biaya sewa sukarela.

Artikel lain terkait Idul Fitri 1442 H di TribunBanten

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved