Kasus Kecelakaan Maut di Pandeglang, Kadis DPMPTSP Diperiksa Polisi Hari Ini

Kasus kecelakaan maut di Pandeglang yang diduga melibatkan mobil Kepala DPMPTSP), Ahmad Mursidi memasuki babak baru. 

Tayang:
Penulis: Misbahudin | Editor: Abdul Rosid
TribunBanten.com/Misbahudin
Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin saat ditemui, Kamis (30/4/2026). Kasus kecelakaan maut di Pandeglang yang melibatkan mobil Kadis DPMPTSP Ahmad Mursidi terus bergulir. Polisi menjadwalkan pemeriksaan usai pelaku menjalani cuci darah. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGALANG - Kasus kecelakaan maut di Pandeglang yang diduga melibatkan mobil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Ahmad Mursidi memasuki babak baru. 

Polisi memastikan terduga pelaku, Ahmad Mursidi, dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini, Minggu (3/5/2026).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pandeglang, Burhanudin Surya Muhammad, mengatakan proses pemeriksaan dilakukan setelah kondisi yang bersangkutan memungkinkan.

Baca juga: Kecelakaan Maut Diduga Libatkan Pejabat DPMPTSP Pandeglang, Korban Meninggal Bertambah Jadi 2 Orang

"Hari ini diperiksa juga. Baru habis cuci darah yang bersangkutan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, polisi hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk para korban yang selamat. 

Proses pendalaman dilakukan untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan.

“Masih pemeriksaan saksi korban, karena baru keluar dari rumah sakit siswa SD yang dirawat didampingi keluarganya,” kata Burhanudin.

Kasus kecelakaan maut ini terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. 

Insiden tersebut mengakibatkan sembilan orang menjadi korban setelah tertabrak mobil yang dikemudikan Ahmad Mursidi.

Dari jumlah tersebut, tujuh korban merupakan siswa SDN Sukaratu 5 yang saat itu tengah berada di luar kelas untuk membeli jajanan saat jam istirahat. 

Sementara dua korban lainnya merupakan warga yang berada di lokasi, yakni seorang pedagang dan seorang sales.

Polisi menyebutkan, dua orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni seorang siswa kelas empat dan seorang pedagang bernama Dewi.

Menurut informasi yang dihimpun, Dewi merupakan warga Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo. 

Ia mengembuskan napas terakhir di RSUD Berkah Pandeglang pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB setelah sempat mendapat perawatan medis.

Dewi diketahui sehari-hari berjualan jajanan di depan sekolah, termasuk takoyaki, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. 

Ia meninggalkan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah, masing-masing tingkat SD dan SMP.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved