Breaking News:

Idul Fitri 1442 H

Tempat Wisata Buka di Hari Kedua Libur Lebaran, Berikut Syaratnya

Selama libur Lebaran, pemerintah pusat mengizinkan tempat-tempat wisata dibuka.

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Khairul Maarif
Pengunjung menikmati wahana di Taman Wisata Mahoni Bangun Sentosa (MBS), Kota Serang, Minggu (27/12/2020). 

TRIBUNBANTEN.COM - Selama libur Lebaran, pemerintah pusat mengizinkan tempat-tempat wisata dibuka.

Hanya saja ada syaratnya, yaitu tempat wisata di zona merah (risiko tinggi) dan zona oranye (risiko sedang) ditutup selama libur Lebaran 2021.

Sementara yang berlokasi di zona kuning (risiko rendah) dan zona hijau (tidak ada kasus baru/tidak terdampak) boleh beroperasi dengan pembatasan maksimal 50% dari kapasitas.

Keputusan diambil setelah Presiden Joko Widodo bersama jajaran kabinetnya menggelar rapat terbatas pada 10 Mei lalu.

Baca juga: Libur Lebaran, Pusat Perbelanjaan dan Destinasi Wisata di Tangsel Diperbolehkan Beroperasi

Baca juga: Meski Pemerintah Izinkan Destinasi Wisata Dibuka, PHRI Banten Pasrah Dengan Keadaan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, hal ini untuk meminimalisir peluang terjadi kerumunan selama periode peniadaan mudik lebaran 6 - 17 Mei 2021.

Wiku melanjutkan, pada periode ini masyarakat cenderung mengunjungi tempat-tempat umum atau berwisata bersama keluarga dan kerabatnya.

"Diharapkan dengan adanya keputusan ini, penularan di tengah masyarakat selama periode peniadaan mudik dapat semakin ditekan," jelasnya dalam keterangan pers Selasa (11/5/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Keputusan pemerintah cukup beralasan kuat dengan pertimbangan perkembangan peta zonasi risiko per 9 Mei 2021, ada 12 kabupaten/kota yang masuk zona merah.

Di antaranya, Sumba Timur dan Lembata (NTT), Tabanan (Bali), Majalengka (Jawa Barat), Palembang (Sumatera Selatan), Batanghari (Jambi), Kota Pekanbaru dan Rokan Hulu (Riau) serta Lima Puluh Kota dan Agam (Sumatera Barat).

Sementara zona oranye terdapat 324 kabupaten/kota yang tersebar di 6 provinsi. Yakni Jawa Tengah (29), Jawa Barat (25), Jawa Timur (26), Sumatera Utara (15), Sumatera Selatan (16) dan Sumatera Barat (16).

"Jumlah kabupaten/kota di zona oranye, didominasi oleh kabupaten/kota yang berasal dari provinsi tujuan mudik," lanjutnya.

Baca juga: Libur Lebaran, Destinasi Wisata di Lebak Khusus Wisatawan Lokal, Pengunjung dari Luar Bakal Diusir

Baca juga: Aturan Main Tempat Wisata di Kabupaten Serang, Wajib Bawa Hasil Swab Hingga Ada Kamar Isolasi

Wiku meminta pemerintah daerah setempat memperhatikan perkembangan peta zonasi risiko ini dan kepada seluruh bupati dan walikota yang disebutkan, harus segera menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat terkait peniadaan mudik dengan membentuk peraturan daerah maupun peraturan kepala daerah. Agar menjadi landasan kuat penegakan kebijakan masing-masing wilayah.

"Semoga dengan dilaksanakan keputusan ini, bersamaan dengan peniadaan mudik, maka penularan akan semakin terkendali. Dan angka COVID-19 tidak kembali naik," pesan Wiku.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Selama Libur Lebaran, Tempat Wisata di Zona Merah dan Orange Harus Tutup

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved