Breaking News:

Tempat Wisata Ditutup

Wali Kota Serang Kritisi Gubernur Banten: Keputusan Penutupan Tempat Wisata Tergesa-gesa

Menurut Syafrudin, pertimbangan kejadian di satu tempat wisata tidak dapat disamakan dengan kondisi di tempat lain

Penulis: Ahmad Tajudin
Editor: Abdul Qodir
TRIBUNBANTEN.COM/MARTEEN RONALDO PAKPAHAN
Pengunjung pantai Pasir Putih Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (15/5/2021) melebihi kapasitas. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kebijakan Gubernur Banten Wahidin menutup seluruh tempat wisata di Banten kembali dikritisi kepala daerah di bawahnya. Wali Kota Serang Syafrudin menilai pengambilan keputusan Gubernur Wahidin Halim itu dilakukan dengan tergesa-gesa.

Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Banten tentang penanganan Covid-19 sebelum dan pasca-Lebaran, melalui Zoom Meeting di Kantor Diskominfo Kota Serang, Rabu (19/5/2021).

"Pada malam Minggu itu, memang semua kepala daerah kabupaten/kota menganggap bahwa kebijakan ini terkesan tergesa-gesa," ujar Syafrudin.

Wali Kota Serang Syafrudin (kiri kedua) dan pejabat Forkopimda mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Banten tentang penanganan Covid-19 sebelum dan pasca-Lebaran, melalui Zoom Meeting di Kantor Diskominfo Kota Serang, Rabu (19/5/2021).
Wali Kota Serang Syafrudin (kiri kedua) dan pejabat Forkopimda mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Banten tentang penanganan Covid-19 sebelum dan pasca-Lebaran, melalui Zoom Meeting di Kantor Diskominfo Kota Serang, Rabu (19/5/2021). (Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin)

Syafrudin menilai pengambilan keputusan Gubernur Wahidin Halim itu tergesa-gesa karena hanya atas pertimbangan membludaknya pengunjung dan kemacetan di beberapa tempat, seperti di Pantai Anyer dan pantai wilayah Cinangka di Kabupaten Serang.

"Tidak melihat kondisi di wilayah kabupaten/kota lain," katanya.

Baca juga: Sesuai Arahan Presiden, Wali Kota Serang Minta Gubernur Banten Evaluasi Penutupan Tempat Wisata

Menurut Syafrudin, pertimbangan kejadian di satu tempat wisata tidak dapat disamakan dengan kondisi di tempat lain, seperti di jalan akses dan tempat wisata di kabupaten/kota lainnya. Seperti di Kota Serang yang tidak terjadi kemacetan maupun membludaknya pengunjung.

"Ini tidak signifikan seperti di Anyer dan Cinangka. Di kami berjalan biasa, kami juga sudah melakukan prokes yang benar," ujarnya.

Pengunjung berada di Pantai Fl Florida Indah, Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (16/5/2021) pukul 13.00.
Pengunjung berada di Pantai Fl Florida Indah, Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (16/5/2021) pukul 13.00. (TribunBanten.com/Tajudin)

Selain itu, lanjur Syafrudin, pelaku usaha wisata di Kota Serang juga telah melakukan perjanjian dengan Pemkot Serang untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan pembatasan jumlah pengunjung, disertai sanksi penutupan jika terjadi pelanggaran.

"Ini sudah berjalan dengan biasa, tidak melebihi kapasitas," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Banten Berkeras Tempat Wisata Ditutup: Untuk Kepentingan Lebih Besar

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved