Ritual Seba 2021, Warga Baduy Cek Artefak Kesultanan Banten di Museum Situs Keperbukalaan

Masyarakat adat Baduy melakukan ritual Seba dengan cara berkunjung ke Musem Situs Kepurbakalaan Banten Lama, pada Sabtu (22/5/2021).

Tayang:
Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Sebanyak 17 warga Suku Baduy Luar melakukan Saba Baduy ke dengan mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Sabtu (22/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Masyarakat adat Baduy melakukan ritual Seba dengan cara berkunjung ke Musem Situs Kepurbakalaan Banten Lama, pada Sabtu (22/5/2021).

Ritual Seba dilakukan untuk mempererat silaturahmi antara masyarakat adat dengan pemerintah.

Ritual Seba dilakukan setiap tahun sekali, khususnya oleh para barisan warga baduy kalolotan atau orang tua.

Kedatangan warga Baduy ke museum dipimpin oleh Jaro Saija, pemangku jabatan kepala desa adat. Jaro Saija bertugas menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat.

Sebelum masuk ke museum, ada ritual yang dilakukan sebelum melihat-lihat

Baca juga: 17 Warga Suku Baduy Luar Melakukan Saba Ke Banten Lama dan Museum

Baca juga: Seba Baduy, 7 Warga Baduy Dalam Jalan Kaki Tanpa Alas dari Lebak ke Kota Serang Berbekal Ini

Pada saat berkunjung ke musem, warga Baduy melihat benda bersejarah peninggalan sebelum dan pada masa kesultanan Hasanudin di Banten.

Mereka melihat meriam yang pada masa kesultanan Banten, dijadikan benteng-benteng yang memperkuat pertahanan.

Warga Baduy secara bergantian mengecek posisi dan bentuk dari meriam tersebut.

Ada hal unik yang dilakukan mereka di dekat meriam. Mereka
menyatukan ujung jari telunjuk hingga menyetuh satu sama lain saat mengukur ujung meriam.

Secara bergantian, warga Baduy yang berkumpul di dekat meriam ini mengantre memegang ujung meriam.

Terlihat, mereka menggenggam meriam dengan cara masing-masing jari tengah dan jempol bersentuhan.

Namun, ada yang pas dan ada yang tidak bisa menggenggam.

Selain itu mereka, memperhatikan sekilas posisi meriam Ki Amuk yang terletak di luar gedung museum.
Mereka memperhatikan arca, senjata tradisional yang berkembang tempo dulu jenis golok, klewang, keris, dan fragmen kapal masa Banten menjadi jalur rempah dan lada.

Selesai ritual, mereka kemudian satu per satu memakan sirih.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved