Makna Suci dalam Peringatan Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha

Banyak makna yang terkandung dalam momen Hari Raya Waisak yang jatuh pada hari ini, Rabu (26/5/2021)  

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Suasana di Vihara Avalokitesvara Serang, Banten saat hari Raya Waisak, Rabu (26/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Banyak makna yang terkandung dalam momen Hari Raya Waisak yang jatuh pada hari ini, Rabu (26/5/2021)  

Humas Vihara Avalokitesvara Banten, Asaji Manggala Putra menerangkan Waisak merupakan nama bulan, yang mana dalam bulan Waisak itu ada moment untuk memperingati tiga kejadian atau peristiwa suci.

Tiga peristiwa suci ini kata dia terjadi pada hari dan bulan yang sama dengan tahun yang berbeda.

"Tiga kejadian itu terjadi di tanggal yang sama, bulan yang sama. Makanya namamya Tri Suci Waisak, itu maksudnya tiga kejadian penting,"  ujar Humas Vihara Avalokitesvara Banten, Asaji Manggala Putra saat ditemui di Jalan Tubagus Raya, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, Rabu (26/5/2021).

Adapun tiga kejadian itu kata dia yaitu sebagai berikut : 

1. Memperingati hari kelahiran Siddharta Gautama 

2. Memperingati saat mencapai tingkatan kesempurnaan sebagai Buddha

3. Memperingati hari meninggalnya Siddharta Gautama 

Baca juga: Tak Ada Perayaan Khusus Saat Hari Raya Waisak, Umat Budha Jalani Ibadah di Vihara Avalokitesvara

"Biasanya kita merayakan perayaan itu tiga kali. Hari ulang tahun Dewi kwam In, mencapai kesempurnaan sebagai Buddha, meninggalnya Dewi Kwam In," ucapnya.

Kemudian ia menjelaskan, perayaan Imlek dan perayaan Waisak itu berbeda.

Imlek merupakan perayaan tradisi orang-orang atau keturunan Tionghoa dalam pergantian tahun, sementara Waisak merupakan perayaan keagamaan.

Suasana di Vihara Avalokitesvara Serang, Banten saat hari Raya Waisak, Rabu (26/5/2021)
Suasana di Vihara Avalokitesvara Serang, Banten saat hari Raya Waisak, Rabu (26/5/2021) (TribunBanten.com/Ahmad Tajudin)

Biasanya pelaksanaan rangkaian ibadah pada saat Hari Raya Waisak dilakukan secara berjamaah di Vihara.

"Kemudian ada pemimpin ibadah, pada saat detik-detik Waisak pada pukul 18.13 WIB. Suasana hening kita baca doa bersama sekitar 30 menit," ujarnya.

Baca juga: Mercusuar Cikoneng Sepi dari Aktivitas Pemantauan Gerhana Bulan Total Petang Ini

Namun pada tahun ini kata dia rangkaian ibadah itu tidak dapat dilaksanakan, mengingat tahun ini masih dalam masa pandemi Covid-19.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved