Ada 'Tawuran Roy dan Dilan' di Festival Hari Buku Nasional 2021, Siapa yang Menang?

Hal senada dikemukakan Gol A Gong yang membuat karya novel “Balada Si Roy” karena kerinduannya terhadap tanah Banten.

Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Penulis novel 'Balada si Roy', Gol A Gong dan novel Dilan, Pidi Baiq beradu cerita tentang kisah di balik pembuatan novel mereka pada Festival Hari Buku Nasional (FHBN) 2021 di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (29/5/2021).  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ada yang menarik perhatian pada Festival Hari Buku Nasional (FHBN) 2021 di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sindangsari, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (29/5/2021).

  

Pada FHBN 2001 hari keempat ini, penyelenggara menghadirkan “tawuran” antara si Roy dan Dilan.

Namun, tawuran yang terjadi bukanlah proses saling menyerang atau berkelahi yang dilakukan secara berkelompok.

Melainkan gelar wicara santai dengan dua penulis novel pencipta dua karakter anak muda era 90-an tersebut, yakni Gol A Gong dan Pidi Baiq.

Diketahui, Gol A Gong merupakan penulis novel legendaris “Balada Si Roy”. Sementara, Pidi Baiq adalah penulis novel “Dilan” yang sedang digandrungi oleh pembaca millenial.

Baca juga: Jangan Lewatkan Festival Hari Buku Nasional di Untirta, Ada 6 Ribu Buku Mulai Harga Rp10 Ribu

Sesi diskusi dibuka oleh sapaan ramah Gol A Gong kepada para penggiat literasi yang hadir secara luring maupun melalui daring.

Tidak lama hadir pula Pidi Baiq yang mengisi kegiatan diskusi melalui via zoom meeting.

Keduanya saling melemparkan candaan serta dukungan terhadap masing-masing karya yang telah dihasilkan.

“Boleh baca 'Balada Si Roy' dulu kalau bingung, karena berlatar di Banten. Tapi, habis itu jangan lupa baca 'Dilan' yah,” kata Pidi Baiq diiringi dengan gelak tawanya yang khas.

Baca juga: Diskon hingga 90 Persen, Ribuan Orang Serbu Festival Hari Buku Nasional di Untirta Sindangsari

Saat ditanya mengenai persamaan karakter Roy dan Dilan, Pidi Baiq berseloroh, “Sama-sama hamba Allah.”

Pidi Baiq kemudian menceritakan sedikit mengenai kisah awal mula lahirnya karya novel Trilogi Dilan-Milea hingga diangkat menjadi sebuah film layar lebar.

“Berawal dari kerinduaan saya dengan Indonesia, karena ketika itu saya sedang berada di negara lain,” kenang pria 48 tahun ini.

“Apa yang membuat saya ingat dengan Tanah Air, saya tuangkan melalui tulisan. Mulai dari konsep, karakter, dan sebagainya ,” lanjutnya

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved