Breaking News:

Sadis! Pasutri Ini Tega Menyekap, Aniaya dan Perdagangkan Remaja, Warga Sebut Tak Ada Rasa Curiga

Menurut pengakuan warga sekitar bernama Lina (45), ia sama sekali tak curiga dan merasa ada yang janggal dari lingkungan indekos itu.

tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi pencabulan, pemerkosaan dan kekerasan seksual 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM - Seorang remaja di bawah umur yang berinisial A (16) diketahui secara sadis disekap, dianiaya hingga diperdagangkan oleh pasangan suami istri ( pasutri).

Menghimpun berita dari Warta Kota, pasutri itu berinisial FM (20) dan BS (21).

Aksi keji itu dilakukan mereka di sebuah indekos kawasan Jalan Ir H Juanda, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Menurut pengakuan warga sekitar bernama Lina (45), ia sama sekali tak curiga dan merasa ada yang janggal dari lingkungan indekos itu.

Hal tersebut yang membuatnya mengatakan tak mengetahui adanya penyekapan di lingkungan indekos.

Baca juga: Prostitusi Online di Kota Cilegon, Ini Pengakuan Mucikari Siapkan 4 PSK untuk Pria Hidung Belang

Lina menjelaskan jika aksi itu baru diketahuinya saat ayah korban datang untuk menceritakan tujuannya.

"Malam kejadian saya enggak denger apa-apa. Sekitar jam 9 atau jam 10 (malam) saya keluar rumah. Saya liat tuh pelaku berdua lagi duduk di depan teras rumah lagi bercanda-canda saja. Kaya enggak ada apa apa," katanya dikutip dari Warta Kota, Selasa (1/6/2021).

Lina mengaku terkejut saat ayah korban menyebut anaknya telah mengalami kasus penganiayaan di indekos itu.

"Tapi pas tengah malem, bapak si korban dateng ngambil anaknya katanya dipukulin di situ. Nah ya kita kaget kok dari tadi enggak kedengaran apa-apa. Tapi tiba-tiba di dalam kosan ada korban," bebernya.

Lina menyebut bahwa sejak pasutri itu menampati indekos tersebut, warga sama sekali tak merasa ada kecurigaan apapun.

Lantaran, bagi Lina pasutri tersebut tak terlihat seperti orang yang menyimpan kejahatan.

Bahkan Lina menambahkan, ia tak pernah melihat korban di lingkungan indekos itu.

"Kalau yang saya tahu tiga hari. Korban enggak ada di situ, saya enggak lihat ada dia. Yang saya lihat dua pelaku itu si FM dan BS. Karena pas kejadian saya lihat di depan rumah saya itu si pelaku lagi bercanda di teras," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved