Breaking News:

Korupsi Masker di Banten

Polemik 20 Pejabat Dinkes Banten Mengundurkan Diri karena Tertekan, WH Sebut Seperti Tentara Disersi

Polemik pengunduran diri yang dilakukan  20 pejabat di Dinas Kesehatan Provinsi Banten membuat publik bertanya-tanya.

Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Ahmad Tajudin
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti usai diperiksa di Kejaksaan Tinggi Banten terkait dugaan korupsi pengadaan masker, Kamis (27/5/2021) 

TRIBUNBANTEN.COM - Polemik pengunduran diri yang dilakukan  20 pejabat di Dinas Kesehatan Provinsi Banten membuat publik bertanya-tanya.

Pasalnya, dalam surat pengunduran diri yang ditandatangi para pejabat eselon III dan IV itu, mereka mengaku terintimidasi dan diancam.

Hal Itu terjadi setelah diungkapnya kasus korupsi pengadaan masker senilai Rp 1, 68 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Banten , yang mana satu pegawai di Dinkes Provinsi Banten ditetapkan sebagai tersangka.

Para pejabat yang mengundurkan itu merasa tidak dilindungi oleh Kadinkes Provinsi banten, Ati Pramudji Hastuti.

Namun, Gubernur Banten, Wahidin Halim punya pandangan lain terkait pengunduran diri 20 pejabat Dinkes Banten itu.

Gubernur Banten menyesalkan pengunduran diri 20 (dua puluh) pejabat di lingkungan Dinkes Provinsi Banten di tengah-tengah kasus pengadaan masker yang menimpa Dinas Kesehatan Banten.

Baca juga: BREAKING NEWS: 20 Pejabat Dinkes Banten Diperiksa, Pengamanan Pendopo Gubernur Diperketat

Sebab apa yang dilakukan oleh 20 orang ini sama dengan melarikan diri (desersi) dari tugas.

“Saya mengerti situasi keprihatinan para staf, eselon 3 dan 4 dengan ditahannya saudara Lia. Saya kira bentuk solidaritas ini bisa dipahami, namun masalah hukum ini sedang diproses dan ditegakkan oleh Kejati Banten. Dan kita harus memberikan kepercayaan kepada kejaksaan. Dan tentunya sebagai pimpinan saya juga prihatin,” ujar Gubernur Banten Wahidin Halim, Senin (31/5/2021) malam.

Namun Wahidin menyatakan pengunduran diri ini tak bisa ditoleransi, karena di tengah Pemprov Banten sedang menghadapi masa pandemi dan berusaha melindungi rakyat dengan sebaik-baiknya, 20 pejabat itu terlalu gampang untuk mengambil sikap mengundurkan diri.

“Setelah sekilas, saya pelajari pengunduran diri ini bukan semata-mata karena solidaritas karena temannya ditahan. Mereka-mereka adalah orang-orang lama yang kinerjanya sudah kita tahu tidak mau mengubah mindsetnya dengan upaya Pemerintah Provinsi dalam memerangi korupsi. Meningkatkan pelayanan pada masyarakat dan meningkatkan administrasi pemerintahan yang baik.

Gubernur Banten Wahidin Halim dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Rapat Pemegang Saham Luar Biasa PT Pembangunan Daerah Banten Tbk di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis (20/5/2021).
Gubernur Banten Wahidin Halim dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Rapat Pemegang Saham Luar Biasa PT Pembangunan Daerah Banten Tbk di Hotel Horison Ultima Ratu, Kota Serang, Kamis (20/5/2021). (dokumentasi Pemprov Banten)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved