Rizki Juniansyah, Atlet Pemecah Rekor Dunia Tiba di Rumahnya di Serang, Tak Disambut Pemerintah

Rizki bersaing dengan 21 orang dari seluruh dunia, di antaranya dari Italia, India, Kazakstan, dan Rusia.

Tayang:
Penulis: mildaniati | Editor: Agung Yulianto Wibowo
TribunBanten.com/Mildaniati
Rizki Juniansyah, atlet angkat besi yang meraih tiga emas menunjukkan medalinya saat ditemui TribunBanten.com di rumahnya, Jumat (4/6/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Rizki Juniansyah, atlet angkat besi yang meraih tiga emas, tiba di rumahnya di perumahan RSS Pemda Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (3/6/2021) malam.

Remaja berusia 18 tahun ini tiba di Kota Serang bersama orang tuanya sekitar pukul 20.00, tanpa sambutan dari pemerintah.

Rizki memecahkan rekor dunia cabang angkat besi tiga kategori, yaitu snatch, clean and jerk, dan total 155 kg, 194 kg, 349 kg.

Baca juga: Rizki Juniansyah, Atlet Angkat Besi Asal Banten Raih 3 Medali Emas Sekaligus Pecahkan Rekor Dunia

Pemecahan rekor itu di kejuaraan International Weighlifting Federation (IF) Junior World Championship di Tashkent, Uzbekistan, pada 22-31 Mei 2021.

Dari tiga kategori itu, dia melampaui 1 kilogram untuk kategori snatch dan clean and jerk.

Di kategori total dia berhasil melampaui juara bertahan Seje Cumming legend harapan Amerika Serikat sebanyak 2 kg dari 347 kg jadi 349 kg.

Rizki Juniansyah, atlet remaja angkat besi asal Serang yang berhasil meraih 3 medali emas dalam ajang Kejuaraan Dunia International Weightlifting Federation (IWF) Junior World Champions di Kota Tashkent, Uzbekistan, yang berakhir Rabu (26/5).
Rizki Juniansyah, atlet remaja angkat besi asal Serang yang berhasil meraih 3 medali emas dalam ajang Kejuaraan Dunia International Weightlifting Federation (IWF) Junior World Champions di Kota Tashkent, Uzbekistan, yang berakhir Rabu (26/5). (istimewa/ Koni Banten)

Rizki bersaing dengan 21 orang dari seluruh dunia, di antaranya dari Italia, India, Kazakstan, dan Rusia.

Dia tergabung di Grup A bersama 12 orang lain dari negara berbeda.

Rizki berangkat bersama delapan atlet asal Indonesia yang terdiri atas tiga pria dan tiga perempuan.

Sebelum berangkat, dia telah melakukan persiapan secara matang selama dua bulan di Jakarta, dan mengantongi surat Adam id sebagai syarat mengikuti lomba.

Setelah selesai dengan torehan yang memuaskan, Rizki pulang ke Indonesia bersama atlet lainnya asal Indonesia.

Namun, Rizki mengaku kedatangan mereka tidak disambut pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Awalnya mau disambut, cuma karena pandemi Covid-19 dan situasi tidak memungkinkan. Saya juga langsung karantina selama 5 hari," ujarnya kepada TribunBanten.com di rumahnya, Jumat (4/6/2021) siang.

Di Banten, dia juga tidak disambut pemerintah.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved