Breaking News:

SIM Pengemudi Bisa Dicabut Jika Melanggar Berkali-kali dan Mencapai Poin 18, Kapan Diberlakukan?

SIM pengendara akan dicabut jika sudah melanggar dengan akumulasi 18 poin.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Kompas.com/Oik Yusuf
Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM). Dalam artikel terdapat aturan penggolongan SIM yang resmi berlaku, untuk pengguna motor atau SIM C akan tiga jenis yang dibedakan dari sisi kubikasi kendaraan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Korlantas Polri berencana untuk bisa mencabut surat izin mengemudi (SIM) bagi pelanggar lalu lintas.

Pelanggar lalu lintas akan ditandai dengan sistem poin.

SIM pengendara akan dicabut jika sudah melanggar dengan akumulasi 18 poin.

Rencana Korlantas Polri itu melalui Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perpol) No.5/2021.

Baca juga: SIM C Bakal Jadi 3 Golongan untuk Pengendara Sepeda Motor, Segera Diberlakukan, Ini Penggolongannya

Adapun hal ini demi meningkatkan kedisiplinan pengendara.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan saat ini masih menunggu keputusan dari Korlantas terkait kapan mulai diberlakukannya penandaan SIM tersebut.

Dia menyambut baik rencana tersebut.

“Ini nanti tentu kita akan tunggu kebijakan dari pihak Korlantas,” ujar Sambodo, dikutip dari laman NTMC Polri, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Polri Luncurkan Aplikasi Sinar, Berikut ini Cara Perpanjangan SIM A dan C Secara Offline dan Online

Menurutnya, penandaan SIM dengan poin tilang ini dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berkendara.

“Dengan adanya penandaan SIM itu orang akan semakin berhati-hati dalam berkendara disiplin, karena dia cuma punya tiga kali. Tiga kali ditilang, selesai, SIM-nya dicabut,” kata dia.

Sambodo mengatakan, adanya sanksi pencabutan SIM atas pelanggaran berkali-kali dinilai dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.

Baca juga: Begini Cara Perpanjang SIM Melalui Ponsel Tanpa Harus Antre, Masih Perlukah Tes? Ini Penjelasannya

“Ketika SIM sudah ditandai orang kan berhati-hati pelanggaran pertama, pelanggaran kedua, pelanggaran ketiga mungkin pelanggaran keempat sudah bisa dicabut SIM-nya. Sehingga orang akan berhati-hati kalau sekarang kan melanggar berkali-kali kan agak sulit,” ucapnya.

Pemberian tanda ini diberikan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas.

Penandaan dilakukan dengan memberikan poin untuk setiap pelanggaran tindak pidana lalu lintas, dengan besaran 1 poin hingga 12 poin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Rencana Polisi Tilang dengan Sistem Poin Sampai Cabut SIM"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved