Oknum Bidan Muda Kendalikan Dana Sindikat Narkoba Jaringan Keluarga, Ini Cara Kerja Mereka
Padahal DD setiap harinya bertugas sebagai pegawai honorer di RSUD Siti Fatimah Palembang.
Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Yudhi Maulana A
Sedangkan DD memegang penuh kendali atas uang yang ditransfer salam transaksi ini.
"Empat pelaku sudah dilakukan test urin dan hasilnya negatif, mereka ini merupakan satu jaringan keluarga di wilayah Kalidoni yang jual beli Sabu," tambah Andi.
Berdasarkan pengakuan pelaku, bisnis Narkoba yang mereka lakukan ini sudah lama dijalankan.
"CI ini tidak kapok bisnis sabu bahkan sebelumnya sudah 2 kali masuk penjara," kata Andi.
Jaringan narkoba satu keluarga ini mulai dari paman, keponakan dan anak.
Satres Narkoba Polrestabes Palembang masih akan terus menyelidiki siapa bandar besarnya dari tempat mengambil barang ini.
"Bandar Narkoba keluarga ini mengambil barang masih berasal dari Palembang, dalam 2 minggu keluarga ini bisa mendapatkan keuntungan Rp 65 juta," terang Andi sambil mengatakan bandar yang saat ini sedang dicari berinisial MR.
Satres Narkoba Polrestabes Palembang juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) berupa 2 bungkus plastik bening berisi Sabu seberat 15,54 gram, 1 buah timbangan digital, Uang tunai Rp 2,4 juta, 3 unit handphone, 1 buah dompet.
TribunBanten.com/TribunJakarta.com/TribunPekanbaru.com
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul INILAH Debi Distiana: Bidan 27 Tahun Pengendali Aliran Dana Bandar Narkoba di Palembang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/debi-destiana-27-tahun-seorang-bidan-di-palembang-dibekuk.jpg)