Kosmetik Palsu Bisa Picu Kanker, Ini Cara Membedakannya Menurut Tasya Farasya dan dr. Richard Lee

Mulanya, Tasya Farasya memperlihatkan sejumlah kosmetik miliknya. Diantara kosmetik itu ada yang asli dan ada yang palsu.

Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Yudhi Maulana A
Capture YouTube Dr Richard Lee
Beauty Vlogger, Tasya Farasya dan ahli dhermatologi, dr Richard Lee membagikan tips memebedakan kosmetik asli atau palsu 

Hanya saja varian kosmetik sangat banyak sehingga banyak pembeli tidak menyadari hal tersebut.

Tasya pun mengaku tak jarang melihat produk palsu yang benar-benar serupa dengan yang asli dari segi warna, bentuk, dan kemasannya.

Ibu satu anak ini kemudian menjelaskan bahwa kosmetik palsu memiliki bau seperti lem tembak.

"Dari segi kemasan dan warna benar-benar sama. Tapi saat kita buka dan cium produknya, langsung ketahuan. Baunya kayak lem tembak," ucap Tasya.

dr.Richard pun meminta tasya mendemokan produk asli dan palsu.

"Sebenarnya susah apalagi kalau belanja online. Karena banyak online shop yang memakai foto produk asli, tapi yang dijual tuh palsu," ujar Tasya.

Namun, penjual kosmetik palsu biasanya membanderol harga produk jauh lebih murah dibandingkan produk aslinya.

Baca juga: Geledah Toko Kosmetik di Cikupa, Polresta Tangerang Temukan Obat Terlarang Bebas Diperjualbelikan

Jika penjual tersebut lebih pintar, maka sering kali mereka juga menjual produk palsu dengan harga yang tidak jauh beda dari harga asli seakan-akan sedang diskon.

Tasya Farasya kemudian memberi contoh sebuah eyes shadow. Produk yang asli teksturnya lebih lembut meski matte.

Produk tersebut juga tidak sulit untuk di-swatch atau aplikasikan di tangan sebagai bentuk percobaan.

Sedangkan yang palsu teksturnya sangat berbeda. Warnanya akan sulit keluar jika diaplikasi di tangan karena tidak menempel.

Produknya juga akan mudah pecah dan hancur jika di tekan.

"Jadi memang selain harga, kualitasnya juga sangat berbeda. Jelas yang palsu dapat merusak kulit terlebih jika diaplikasikan setiap hari. Bisa mengakibatkan jerawat dan flek," kata dr. Richard.

"Iya, produk palsu akan merusak kulit. Ini aja aku langsung gatel," kata Tasya setelah mengaplikasikan produk palsu di tangannya.

Jika ingin lebih aman, Tasya Farasya menyarankan agar membeli segala produk kosmetik di toko resminya, baik secara offline maupun online.

Sumber: Tribun Banten
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved