Kosmetik Palsu Bisa Picu Kanker, Ini Cara Membedakannya Menurut Tasya Farasya dan dr. Richard Lee
Mulanya, Tasya Farasya memperlihatkan sejumlah kosmetik miliknya. Diantara kosmetik itu ada yang asli dan ada yang palsu.
Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Yudhi Maulana A
"Jadi beli lah di tempat yang sudah resmi, sayang kalau cuma klaimnya aja yang asli tapi ternyata abal-abal."
"Atau kalau memang ingin beli online tetap cari official store-nya dan cari toko yang memang jelas," ujar Tasya.
Tasya mengingatkan sebelum membeli sebuah kosmetik, cek kemasan produk di situs BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Hal ini untuk mengetahui apakah merek kosmetik tersebut sudah punya izin edar atau tidak.
Selain itu, cek tanggal kadaluarsanya. Jika izin edar dan tanggal kadaluarsa tidak terdapat pada kemasan, lebih baik urungkan saja niat untuk membeli produk kosmetik tersebut.
"Produk palsu dari bahan tidak jelas bisa meningkatkan resiko kanker, seperti karsinogen, kelebihan dosis rhodamin B, dan sebagainya," jelas dr. Richard.
Selain itu, menurut dr.Richard produk palsu juga menyebabkan bell's palsy atau kelumpuhan pada otot wajah dimana satu sisi wajah tampak melorot.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/tasya-farasya-dan-dr-richard.jpg)