Breaking News:

News

Menhub Minta PT Kereta Commuter Indonesia Lanjutkan Tes Antigen Acak kepada Calon Penumpang KRL

Kementerian Perhubungan meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk lanjutkan tes acak kepada calon penumpang Kereta Rel Listrik Jabodetabek.

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Ikuti Protokol Kesehatan - Suasana Stasiun Manggarai saat bubaran kantor, Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis(4/6/2020). Petugas keamanan stasiun dibantu TNI-Polri menertibkan warga yang hendak menaiki kereta. Para penumpang diatur untuk mengikuti protokol kesehatan dengan mengambil jarak satu dengan yang lain ketika menunggu kereta. Hingga tidak terjadi desak2kan. (Wartakota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNBANTEN.COM - Kementerian Perhubungan meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter untuk lanjutkan tes acak kepada calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.

Melansir Tribunnews, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai hal ini sebagai ikhtiar guna mencegah penularan Covid-19 di KRL.

“Kita ingin memberikan rasa aman kepada penumpang KRL bahwa yang menaiki KRL adalah mereka yang benar-benar dalam kondisi sehat di tengah adanya peningkatan kasus Covid-19,” jelas Adita di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Sebelumnya nenhub juga telah menginstruksikan kepada jajaran PT KAI dalam hal ini KAI Commuter untuk melakukan tes acak kepada calon penumpang KRL Jabodetabek. 

Baca juga: Berlakukan Tes Swab Antigen Secara Acak, PT KCI Temukan 11 Calon Penumpang KRL Reaktif Covid-19

“Kami mengapresiasi pihak KAI Commuter yang telah melaksanakan tes acak rapid antigen kepada calon penumpang KRL Jabodetabek di enam stasiun yaitu Stasiun Manggarai, Tanah Abang, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Cikarang, sejak 21 Juni 2021 lalu,” ucap Adita.

Baca juga: KRL Jabodetabek Mulai Besok Beroperasi Normal, Pukul 04.00-24.00, Ini Imbauan PT KCI

Berdasarkan data dari KAI Commuter, dari hasil tes acak yang dilakukan sejak 21 Juni s.d 27 Juni 2021 di 6 (enam) stasiun, tercatat sekitar 912 calon penumpang KRL telah dilakukan pengetesan menggunakan rapid antigen.

“Walaupun dalam minggu kemarin dilaporkan telah terjadi penurunan jumlah penumpang KRL perharinya menjadi sekitar 126 ribu penumpang per hari. Sebagai upaya antisipasi, Menhub telah menginstruksikan untuk tetap dilanjutkan tes secara acak,” tutur Adita.

Sejumlah inisiatif pun sudah dilakukan Kemenhub bersama para operator transportasi untuk melakukan pengendalian transportasi. 

Baca juga: Hari Pertama Kerja Usai Libur Lebaran, Pengguna KRL di Jabodetabek Tercatat Alami Penurunan

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mencegah penularan Covid-19 pada transportasi publik seperti KRL, yang menjadi angkutan massal favorit masyarakat untuk melakukan mobilitasnya di sekitar Jabodetabek.

Selain itu, inisiatif lainnya yaitu menyediakan bus sebagai alternatif angkutan untuk mencegah kepadatan penumpang KRL

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved