News

Dilema Perajin Peti Jenazah, Senang Banyak Pesanan Tapi Hati Miris Lihat Lonjakan Kasus Covid-19

engrajin peti jenazah di bawah naungan CV. Sahabat Duka yang berlokasi di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur mengaku tengah banjir orderan.

Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Aris bersama rekannya yang bekerja sebagai perajin peti jenazah di bawah naungan CV. Sahabat Duka yang berlokasi di sudut TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Perajin peti jenazah di bawah naungan CV. Sahabat Duka yang berlokasi di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur mengaku tengah banjir orderan.

Hal tersebut karena seiring jumlah kasus kematian akibat virus Covid-19 yang terus meningkat belakangan ini.

Melansir Tribunnews, salah satu pengrajin peti yang bernama Aris menyambut kedatangan teman media, Rabu (6/7/2021) siang.

"Kalau mau ambil gambar silakan, tapi untuk wawancara kayanya sulit, kita lagi ditarget."

Perajin peti jenazah di bawah naungan CV. Sahabat Duka yang berlokasi di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur ini, banjir orderan seiring jumlah kasus kematian akibat virus Covid-19 yang terus meningkat belakangan ini.

Aris yang merupakan Karyawan CV. Sahabat Duka, mengaku setiap hari  bersama rekan-rekan harus ditarget oleh bos untuk menyelesaikan puluhan peti jenazah pesanan customer yang tak pernah henti selalu datang.

Baca juga: Angka Kematian Covid-19 Meningkat, Jenazah Dimakamkan Tanpa Peti Mati di TPU Jombang Tangsel

Pesanan yang berasal dari pihak Rumah Sakit ataupun perorangan dengan dominan pemesan berasal dari wilayah Jadetabek.

"Buat sekarang bisa sampai 40 peti keluar per hari," katanya sambil tetap melakukan pekerjaan.

Aris mengatakan, lonjakan pemesanan peti ini merupakan yang tertinggi sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Bahkan kata dia, kabar kematian itu semakin akrab selaras dengan update pertambahan jumlah pasien dan korban meninggal yang sering dilihatnya di media.

"Ini tertinggi sih, dibanding yang pertama kali," ucapnya singkat dengan baju penuh cipratan cat.

Kondisi seperti ini kata Aris turut menciptakan dilema.

Baca juga: Cerita Pembuat Peti Jenazah Kebanjiran Pesanan, Bekerja Hampir 24 Jam, Pemprov Banten Pesan 100 Unit

Dia menyikapi hal seperti ini dengan beragam perasaan.

Senang karena memiliki penghasilan lebih dari bos jika mampu mencapai target, tapi sedih karena semakin banyak pesanan maka semakin banyak juga masyarakat yang meninggal dunia akibat wabah ini.

"Kalau senang ya pasti, penghasilan jadi bertambah juga buat keluarga, tapi kan kalau begini (pesanan banyak) berarti banyak yang meninggal juga, jadi sedih juga," tutur Aris sambil memperhatikan detail hasil cat yang dituangnya.

Baca juga: UPDATE Daftar 96 Zona Merah Covid-19 Terbaru: 3 Kota/Kabupaten di Banten, Ini Lokasinya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved