Breaking News:

PPKM Darurat

Hari Keempat PPKM Darurat di Banten: Petugas Temukan Tempat Makan Langgar Aturan Jam Operasional

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Provinsi Banten sudah memasuki hari kelima.

Editor: Glery Lazuardi
Dok Humas Polres Jakarta Barat
Ilustrasi razia protokol kesehatan di kafe - Petugas Gabungan 3 pilar Kebon Jeruk Jakarta Barat membubarkan dan mengamankan beberapa perempuan di tempat kafe musik dan panti pijet Wijaya di Kebon Jeruk Jakarta Barat, Sabtu, 28/9/2020 malam. 

TRIBUNBANTEN.COM - Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Provinsi Banten sudah memasuki hari kelima.

Pemerintah pusat menerapkan PPKM Darurat mulai dari 3-20 Juli 2021.

Pada Selasa (6/7/2021) kemarin, terdapat sebanyak 43 pelanggaran.

Karops Polda Banten Kombes Amiludin Roemtaat, mengatakan pihaknya masih menemukan tempat-tempat makan yang buka di atas jam 20.00 WIB.

Sehingga personel, kata dia, Satpol PP mengeluarkan sebanyak 43 sanksi tertulis kepada masyarakat yang masih nekat berjualan di atas jam 20.00 WIB.

"Di mana sanksi tersebut dilakukan guna memberikan efek jera," kata dia, dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Melanggar PPKM Darurat, Penjual Bubur Kena Denda Rp 5 Juta, Tukang Cukur Rp 400.000, Salon Rp 3 Juta

Baca juga: Bansos Tunai PPKM Darurat: Cair Rp 600.000, Ini Kriteria Penerima

Selama penerapan PPKM Darurat, pihaknya bekerja sama dengan Korem 064 Maulana Yusuf dan Pemerintah Provinsi Banten melakukan patroli skala besar secara rutin.

Dia menjelaskan, patroli skala besar itu akan rutin dilakukan oleh jajaran Polda Banten selama penerapan PPKM Darurat hingga 20 Juli 2021.

"Patroli seperti ini akan rutin kita lakukan selama pemberlakuan PPKM Darurat. Dan dalam patroli hari ini, kami membagi sebanyak 3 tim. Di mana tim pertama melakukan patroli ke arah Palima hingga Pandean, sedangkan tim kedua ke arah Cipocok hingga kebun jahe dan tim ketiga ke arah Pakupatan hingga Warung Pojok. Ketiga tim ini startnya dari Mapolda Banten," kata dia.

Mulai Selasa kemarin, dia menegaskan, bagi masyarakat yang masih nekat melanggar aturan PPKM Darurat akan diberikan sanksi berupa sidang Tindak Pidana Miring (Tipiring) di tempat.

"Mulai hari ini, kita akan memberlakukan sidang di tempat, dengan melaksanakan pola mekanisme tipiring atau berita acara cepat. Karena nanti sidangnya juga di tempat, jadi para pelanggar akan langsung diberikan hukuman oleh hakim, mungkin itu berbentuk denda atau yang lain," ujarnya.

Baca juga: Penumpang Kapal di Pelabuhan Merak Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Selama PPKM Darurat

Baca juga: Tak Ada Surat Vaksinasi, 737 Kendaraan Diputar Balik di Perbatasan Lebak selama 3 Hari PPKM Darurat

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penerapan PPKM Darurat tersebut.

"PPKM Darut ini merupakan bentuk upaya pemerintah pusat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, untuk itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama kita dukung dan kita patuhi," tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved