Virus Corona
Hasil Penelitian Terbaru, Vaksin Sinovac Kurang Efektif terhadap Virus Corona Varian Gamma
Studi terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 dari perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac, yaitu CoronaVac kurang efektif melawan varian Gamma
Tetapi hasil dari uji coba fase 3 CoronaVac di Turki, yang tidak memperhitungkan varian, yang diterbitkan pada hari Jumat di Lancet menemukan dua dosis vaksin memiliki kemanjuran 83,5 persen dalam melindungi terhadap infeksi simtomatik.
Ia juga menemukan vaksin itu 100 persen efektif pada pasien rawat inap.
Penelitian ini melibatkan 6.559 peserta yang menerima vaksin dan 3.470 yang diberi plasebo.
Semua adalah orang dewasa berusia antara 18 dan 59 dan diberi dosis 14 hari terpisah.
Baca juga: Kabupaten Tangerang Zona Merah Covid-19, Bupati Dorong Pabrik-pabrik Mendaftar untuk Mendapat Vaksin
Para penulis mengatakan batasan uji coba termasuk bahwa peserta berusia di bawah 60 tahun dan berisiko rendah.
Oleh sabab itu, para penulis menyerukan penelitian lebih lanjut untuk menguji kemanjuran di antara orang dewasa yang lebih tua dan di bawah 18 tahun, serta terhadap varian baru.
"Dunia membutuhkan setiap dosis vaksin yang aman dan efektif untuk melawan SARS-CoV-2," kata para penulis.
Adapun kedua makalah dari peara penulis tersebut akan dipresentasikan pada Kongres Mikrobiologi Klinis dan Penyakit Menular Eropa tahun ini.
(Tribunnews.com/Rica Agustina)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Studi Terbaru: Vaksin Covid-19 dari Sinovac Kurang Efektif terhadap Varian Gamma
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/vaksin-tiba-di-banten-2.jpg)