Breaking News:

Virus Corona

Hasil Penelitian Terbaru, Vaksin Sinovac Kurang Efektif terhadap Virus Corona Varian Gamma

Studi terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 dari perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac, yaitu CoronaVac kurang efektif melawan varian Gamma

Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Vaksin Sinovac Covid-19 tiba di Provinsi Banten hari ini, Minggu (3/1/2021) 

TRIBUNBANTEN.COM - Studi terbaru menunjukkan vaksin virus corona (Covid-19) dari perusahaan biofarmasi Tiongkok, Sinovac, yaitu CoronaVac kurang efektif melawan varian Gamma, CNA melaporkan pada Jumat (9/7/2021).

Para peneliti menemukan bahwa antibodi yang dihasilkan oleh vaksin CoronaVac bekerja kurang baik terhadap varian Gamma daripada jenis virus corona sebelumnya.

Sementara varian Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat itu kemungkinan juga dapat menginfeksi kembali orang yang sebelumnya telah terkena.

"Kapasitas Gamma untuk menghindari respons sistem kekebalan ini bahkan pada orang yang divaksinasi menunjukkan virus berpotensi dapat beredar pada individu tersebut, juga di daerah dengan tingkat vaksinasi tinggi," kata penulis penelitian dalam siaran pers.

Dalam studi kecil, para peneliti di University of Campinas di Brasil memaparkan baik varian Gamma dan jenis virus sebelumnya ke antibodi dalam plasma darah dari 53 orang yang divaksinasi dan 21 orang yang sebelumnya telah terinfeksi virus.

Baca juga: KABAR DUKA, Ketua Tim Peneliti Uji Klinis Vaksin Sinovac Bio Farma Meninggal Dunia Rabu Hari ini

Dalam kelompok yang divaksinasi, 18 orang hanya menerima satu dosis vaksin CoronaVac, yaitu salah satu vaksin utama dalam penanganan Covid-19 Brasil.

Sementara 20 orang baru-baru ini menerima suntikan kedua dan 15 lainnya telah divaksinasi sebagai bagian dari uji klinis Sinovac pada Agustus 2020.

Mereka menemukan bahwa varian Gamma mampu lolos dari antibodi dari hampir semua peserta yang hanya menerima satu dosis, serta mereka yang divaksinasi pada tahun 2020.

Antibodi dari mereka yang baru saja divaksinasi memang efektif, tetapi kurang efektif dibandingkan dengan jenis virus sebelumnya.

Baca juga: Kadinkes Targetkan 1,6 Juta Warga Banten Terima Vaksin Covid-19 Hingga Akhir Juli 2021

Studi yang dipublikasikan di Lancet Microbe, juga menemukan bahwa antibodi yang dihasilkan oleh infeksi sebelumnya harus sembilan kali lebih tinggi untuk mencegah infeksi oleh varian Gamma daripada mencegah varian sebelumnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved