Breaking News:

PPKM Darurat

Di Masa PPKM Darurat, 30 Persen Pekerja Sektor Formal Berpotensi Di-PHK

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi terjadi pengurangan pekerja sektor formal sebesar 30% selama pandemi Covid-19 di Indonesia.

Editor: Glery Lazuardi
Warta Kota/Andika Panduwinata
Seorang buruh PT Victory Chingluh, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang memposting foto dan menuai sorotan dari masyarakat. 

TRIBUNBANTEN.COM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi terjadi pengurangan pekerja sektor formal sebesar 30% selama pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Kita masih belum tau PPKM seperti apa, kalau ini berlanjut memang akhirnya akan terjadi pengurangan tenaga kerja lagi,” kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani
di program Market Review IDX Channel, Senin (12/7/2021).

Pernyataan itu disampaikan melihat data Kuartal I-2021, di mana ekonomi makro dan mikro cukup baik. Namun, masih terjadi pengurangan pekerja.

Baca juga: PPKM Darurat Jawa-Bali Diterapkan Besok, Diperkirakan Ada 84 Ribu Pekerja Terancam Kena PHK

Baca juga: Terancam Di-PHK, Karyawan Giant Ekstra Serang Senang Bakal Bisa Lanjut Bekerja

Selama pandemi dari Maret 2020 sampai dinyatakan selesai, dia memperkirakan mungkin terjadi pengurangan di sektor pekerja formal sebesar 30% dari angka pada tahun 2019.

Jika mengacu pada Undang-Undang Cipta Kerja, kata dia, para pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) itu diharapkan menerima kompensasi.

“Nanti mereka itu akan terkompensasi lagi kalau investasi kita masuk,” kata dia.

Menurut dia, jika implementasi UU Cipta Kerja berjalan baik, maka yang sempat terkena PHK selama pandemi bisa bekerja kembali.

Nantinya, dia memprediksi implementasi Undang-Undang Cipta Kerja berjalan dengan perkiraan 2 sampai 3 tahun ke depan semua akan kembali seperti 2019.

Baca juga: Wali Kota Serang Akan Bantu Ratusan Karyawan Giant yang Terancam Di-PHK Agar Bisa Lanjut Bekerja

Baca juga: Cerita Karyawan yang Sedih Mendengar Giant Kota Serang Tutup, Baru Cicil Rumah, Terancam Kena PHK

"Itu perkiraan kami perlu waktu antara 2-3 tahun sampai semua kembali ke posisi seperti 2019,” katanya.

Mewakili pengusaha, dia meyakini pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Indonesia secara serius.

“Ya mustinya kembali cepat, karena kan referensinya sudah banyak, Amerika sudah keluar (zona merah pandemi,-red) dan Tiongkok lebih dulu lalu juga Eropa sudah banyak yang keluar zona merah,” tambahnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved