Breaking News:

1.242 Warga Lebak Jalani Isolasi Mandiri, 200 Paket Obat Gratis dan Vitamin Mulai Dibagikan

Dari 600 paket obat gratis dan vitamin jatah dari Kementerian Kesehatan, baru 200 paket yang diterima dan disalurkan ke warga pasien. 

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
KONTAN/Panji Indra
Ilustrasi obat 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kodim 0603 Lebak bersama dengan Dinas Kesehatan dan Polres Lebak mulai menyalurkan bantuan obat gratis dan vitamin ke warga yang menjalani isolasi mandiri karena Covid-19.

Tercatat, ada 1.242 warga terpapar Covid-19 di Kabupaten Lebak dan menjalani sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Dari 600 paket obat gratis dan vitamin jatah dari Kementerian Kesehatan, baru 200 paket yang diterima dan disalurkan ke warga pasien. 

Dandim 0603/Lebak, Letkol Inf Nur Wahyudi mengatakan pendistribusian obat-obatan sesuai dengan instruksi dari Kementerian Kesehatan dan telah berkoodinasi dengan TNI.

"Memang ini ada tugas dari Menkes terkait dengan bantuan obat, yang ditugasi itu TNI. Tetapi kita juga dibantu oleh Polri dan Dinkes," ujarnya saat ditemui di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Kodim 0623/Cilegon Salurkan Obat Gratis ke 137 Warga Isoman Kurang Mampu

Saat ini, ada 200 paket obat gratis dan vitamin yang disalurkan kepada pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

"Saat ini kita baru dapat 200 paket obat yang seharusnya jatah Lebak adalah 650 paket. Baru 200 paket yang dikirimkan dari Korem ke Lebak. Yang sudah didistribusikan adalah 100 paket 2 dan 100 paket 3," katanya.

Dandim 0603/Lebak, Letkol Inf Nur Wahyudi
Dandim 0603/Lebak, Letkol Inf Nur Wahyudi (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Pemberian obat dan vitamin tersebut disesuaikan dengan gejala sedang dan juga kepada para pasien dalam gejala berat.

Baca juga: Bantuan Rp 5 Juta untuk Ahli Waris Pasien Covid-19 di Lebak Telat Dicairkan, Apa Alasannya?

Untuk sasaran tembak pemberian obat sendiri akan menyasar warga pra sejahtera atau yang masuk dalan kategori bukan PNS.

"Yang diutamakan masyarakat pra sejahtera pasien yang melakukan Isoman. Pendistribusiannya melalui 3 pilar yaitu Babinsa, Babinkamtibmas sama bidan atau dokter di Puskesmas," tegasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved