Breaking News:

Virus Corona di Banten

Keterbatasan Tenaga Kesehatan dan Dokter Spesialis, Gubernur Banten: Tidak Mudah Mendirikan RS

Hal itu adalah satu di antara upaya pemerintah mencegah masyarkaat untuk berbondong-bondong ke rumah sakit.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
dokumentasi Pemprov Banten
Peluncuran Bantuan PPKM Darurat dan Akselerasi Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Banten digelar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Sindangsari, Minggu (18/7/2021). Dalam peluncuran itu, Gubernur Banten Wahidin Halim mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Mendirikan rumah sakit, termasuk rujukan bagi pasien Covid-19, tidak mudah.

Hal itu dikatakan Gubernur Banten Wahidin Halim lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Jumat (23/7/2021).

Keterbatasan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, menjadi persoalan.

"Kami sudah berulang kali ungkapkan permasalahannya, terbentur pada persoalan tenaga kesehatan, khususnya dokter paru," katanya.

Baca juga: Antisipasi Panic Buying, Gubernur Banten Minta Petugas Dampingi Pemberian Obat Pasien Isoman

Menurut dia, ketersediaan tenaga kesehatan dan dokter spesialis menjadi penting.

Mendirikan rumah sakit tidak seperti klinik kesehatan.

Saat ini, pemerintah daerah dengan dukungan penuh TNI-Polri, melaksanakan program bantuan sembako dan obat gratis dari pemerintah pusat.

Program bantuan sembako dan obat gratis itu bagi masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri. 

“Tiga macam paket obat Covid-19 disalurkan Babinsa, Bhabinkambtibnas, dan petugas puskemas kepada warga yang melakukan isolasi mandiri sesuai dengan gejalanya,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Banten: Pasien Isolasi Mandiri Keluhkan Kelangkaan dan Mahalnya Obat-Obatan Serta Oksigen

Hal itu adalah satu di antara upaya pemerintah mencegah masyarakat untuk berbondong-bondong ke rumah sakit.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved