Potensi Panas Bumi Indonesia Terbesar Kedua Dunia, PLN Gencar Kembangkan PLTP
PLN berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor ketenagalistrikan.
TRIBUNBANTEN.COM - PLN berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) di sektor ketenagalistrikan.
Yaitu dengan menerapkan dekarbonisasi di sektor energi.
Executive VP Komunikasi Presiden Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi, mengatakan pihaknya terus mendukung transisi energi di Indonesia.
Dukungan itu di antaranya dengan mengembangkan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT), satu di antarnya panas bumi.
Baca juga: Selamat! Dirut PLN Zulkifli Zaini Meraih Penghargaan CEO Terbaik dari The Iconomics, Ini Gebrakannya
"Kami mengembangkan energi terbarukan untuk mencapai target hingga 23 persen pada 2025," ujarnya.
Menurut dia, wilayah Indonesia yang dilewati jalur cincin api membuat potensi energi panas bumi berlimpah.
Indonesia memiliki sumber daya panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
Posisi Indonesia di atas Jepang, Kenya, dan Islandia.
Berdasarkan data Badan Geologi (2017), sumber daya panas bumi yang dimiliki Indonesia sebesar 28,5 Giga Watt (GW).
Namun, hingga 2019 pemanfaatannya baru mencapai 2.133 MW atau 7,5 persen dari total sumber daya yang ada.
Baca juga: PLN UP3 Serpong Melayani 185 Layanan Same Day Service Beres Sapoe Selama PPKM Darurat
Melihat potensi yang ada, PLN berkepentingan untuk meningkatkan pemanfaatan energi panas bumi melalui pembangunan PLTP.
Panas bumi merupakan satu di antara energi bersih yang dapat dimanfaatkan sebagai listrik.
Emisi yang dihasilkan dari panas bumi jauh di bawah batu bara dan gas alam.
Dalam pengembangan panas bumi ini, PLN sedang menyiapkan proyek PLTP sebesar sampai dengan 360 Mega Watt (MW) dan sinergi BUMN sebesar 230 MW.
Tidak hanya itu, pengembangan juga dilakukan dengan meningkatkan kapasitas PLTP yang telah beroperasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/pln-berkomitmen-menurunkan-emisi-gas-rumah-kaca.jpg)