Resep dan Cara Membuat Kue Awug, Jajanan Tradisional Khas Tanah Sunda
Bagi anda pecinta kuliner belum pas rasanya jika tidak mencoba jajanan tradisional khas Sunda bernama kue awug.
Penulis: mildaniati | Editor: Glery Lazuardi
Laporan wartawan TribunBanten.com, Mildaniati
TRIBUNBANTEN, KOTA SERANG - Bagi anda pecinta kuliner belum pas rasanya jika tidak mencoba jajanan tradisional khas Sunda bernama kue awug.
Penjual kue awug dapat ditemukan di KSB Panancangan Cipocok Jaya, Kota Serang.
Baca juga: Kumpulan Resep Kue Kering, Mudah Dibuat: Ada Nastar, Kastengel hingga Lidah Kucing
Baca juga: Kumpulan Resep Kue Lebaran Kekinian yang Mudah Dibuat, Nastar Gulung Keju hingga Lidah Kucing Kopi
Berdasarkan pemantauan TribunBanten.com pada Selasa (3/8/2021), lokasi penjualan kue itu berada di sisi kiri pintu masuk menuju pemerintahan Kota Serang.
Sang pedagang bernama Baim mengaku sudah berjualan selama 4 tahun di sana.
Pria berusia 17 tahun itu berdagang mulai pukul 10.00 sampai 21.00 WIB
Dalam sehari, dia memerlukan 10 kg tepung beras, 4 kg gula aren, dan kelapa parut.
Tidak lupa diberi daun pandan untuk menambah aroma khas makanan.
Dalam tampilannya, gula aren dalam kue awug lumer, saat digigit terasa legit bercampur kelapa dan tepung beras.
Kue itu lebih nikmat jika dimakan selagi masih hangat.
Menurut Baim, pembelinya kebanyakan dari pekerja pemerintahan Kota Serang dan masyarakat umum.
Baim juga membagikan cara pembuatannya yaitu siapkan tepung beras sebanyak 10 centong, kemudian aduk tsmbahkan dua sendok kelapa parut sambil diaduk menggunakan sedikit air matang sampai kali namun tidak cair.
Setelah selesai diaduk selama 3 menit, kemudian siapkan alat bernama aseupan untuk kukus nasi yang terbuat dari anyaman bambu, lapisi bagian dalam menggunakan daun.
Kemudian masukan beberapa centung tepung beras yang sudah diaduk. Tambahkan guoa aren yang sudah dicacah secara selang-seling sebanyak 4 tingkatan sampai penuh.
Lalu masukan aseupan yang sudah di isi bahan-bahan pada tempat kukusan terbuat dari alumunium yang sudah dipanaskan.
Selanjutnya tunggu sekitar 20 menit agar awug matang merata.
Setelah matang, awug diangkat dan tuangkan di atas meja yang sudah dialask oleg daun pisang tutup kembali dengan 3 aseupan supaya terhindar dari lalat.
Baim menjual kue awug itu satu congcot utuh Rp 100.000, dia juga menjual eceran untuk box kecil Rp 10.000.
Dalam sehari dia bisa mengukus sekitar 10-11 kali kukusan kue awug.
Dalam 10 kukusan kue awug dia menjual 100 box.
"Alhamdulillah selama berjualan engga ada kendala, semuanya habis aja," ungkapnya pada TribunBanten.com saat ditemui di rukonya.
Baca juga: Kumpulan Resep Sate Kambing dan Cara Mengolah Daging supaya Empuk
Baca juga: Resep Opor Daging untuk Hidangan Idul Adha, Mudah & Praktis dengan 3 Langkah Masak
Dalam sehari dia bisa mengantongi Rp 1 juta rupiah keuntungan bersihnya.
Baim pun membuka orderan pemesanan untuk hajatan, ulang tahun dan lainnya.
Biasanya untuk yang nikahan, Dia mendapatkan 20 kukusan awug dan mendapatkan 200 box.
"Untuk pernikahan biasanya 20 bo congcot dapat 200 box," terangnya.
Di Banten dia mengaku sudah membuka empat ruki makanan tradisional di antaranya di Ciracas, Cilegon, Cipocok dan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kue-awug-1.jpg)