Breaking News:

Sebanyak 1.239 Rumah di Lebak Terendam Banjir Pasca-Hujan Lebat dan 23 Desa Kena Rob

Banjir tersebut membuat beberapa warga yang terdampak memilih mengungsi dan sebagian masih bertahan di dalam rumah.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
Dok. BPPD Kabupaten Lebak
Hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga dini hari kemarin mengakibatkan 1.239 rumah warga di enam kecamatan di Kabupaten Lebak, terendam banjir pada Selasa (10/8/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Hujan deras yang mengguyur sejak sore hingga dini hari kemarin mengakibatkan 1.239 rumah warga di enam kecamatan di Kabupaten Lebak, terendam banjir.

Ribuan rumah warga yang terendam banjir itu tersebar di enam kecamatan yaitu Rangkasbitung, Cibadak, Karanganyar, Cikulur, Lebak Gedong dan Warunggunung.

Tak hanya itu sebanyak 23 desa dan 42 kampung yang berada di Lebak juga turut terendam air rob tersebut.

"Total sudah ada 1.239 rumah warga yang terendam banjir sejak kemarin. Dan sampai saat ini kita terus melakukan upaya untuk melakukan penyedotan air dan pembuangan air agar rumah dapat kembali di tempati," ujar Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama saat dihubungi, Selasa (10/8/2021).

Disampaikan, ketinggian air antara 50 sampai 80 cm atau setinggi paha orang dewasa.

Banjir tersebut membuat beberapa warga yang terdampak memilih mengungsi dan sebagian masih bertahan di dalam rumah.

Banjir juga mengakibatkan sebuah jembatan di Lebak Gedong roboh setelah diterjang longsor.

Baca juga: Banjir Mulai jadi Tamu Warga Cisangu Lebak Setelah Ada Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang

Pihaknya pun telah menerjunkan bantuan untuk masyarakat yang terkena dampak akibat banjir seperti mie instan, sirup, obat-obatan dan yang lainnya.

"Sudah kita mulai distribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Dan harapan kita banjir ini semoga cepat surut paling tidak besok sudah selesai semuanya," ujarnya.

Febby menjelaskan, kepungan banjir di enam kecamatan di Lebak ini dikarenakan adanya perubahan iklim alam.

Baca juga: Penampakan Warga Terobos Jalan Penghubung Desa Pasir Eurih-Cisangu Lebak yang Terendam Banjir

Namun, hilangnya sumber resapan air akibat pemukiman penduduk dan kecilnya drainase memperparah banjir.

"Daya dukung alam sekarang sudah tidak bagus, sumber berapan air kini sudah ditutupi perumahan-perumahan baru," tegasnya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved