Warga Keluhkan Bangunan Liar di Bantaran Sungai Cibanten, Dewan Minta Pemprov Bertindak
"Yang ditakutkan oleh masyarakat, nantinya di sekian tahun ke depan akan banjir sampai ke permukiman warga," terangnya.
Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Qodir
"Saluran air anak Sungai Cibanten itu banyak tertimbun akibat pembangunan ruko dan sebagainya. Menyebabkan diameter gorong-gorong menjadi lebih kecil, yang mengakibatkan penyumbatan ketika ada ranting-ranting pohon dan sampah," katanya.
Mungkin sekarang, kata dia, tidak menyebabkan banjir. Tapi jika ranting-ranting dan sampah plastik lama kelamaan dspat membuat arus air tersendat yang akhirnya menyebabkan banjir.
Baca juga: Pemukiman Pemulung di Bintaro Kebakaran, 100 Rumah Ludes
Ketua fraksi partai Golkar ini mengatakan, banyaknya aktivitas di lokasi tersebut, ditambah dengan adanya pasar warga, membuat besar kemungkinan terjadi banjir yang menggenangi jalan raya Palka.
Dengan begitu, ia meminta agar Pemprov dapat membangun sempadan sungai tersebut agar tidak menimbulkan banjir dalam waktu dekat.
"Harus ada pembangunan, jadi harus diberi box cover yang diameternya minimal 2 kali 2 meter. Itupun tidak ditutup secara keseluruhan, harus per 5 meter pakai pengontrol bak," katanya.
Dengan diberi box cover beton yang diameternya cukup luas, kata dia, aliran air anak sungai akan lebih lancar.
Selain itu, harus diberi bak kontrol yang setiap saat dilakukan pengecekan oleh petugas berwenang.
Dok Anggota DPRD Kabupaten Serang, Tb Baenurzaman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/bangunan-liar-di-bantaran-sungai-cibanten.jpg)