Panen Raya Pemberdayaan Petani Digelar di Desa Beberan, Ciruas, Kabupaten Serang

Setiap 100 petani penggarap dapat menghasilkan hingga 8 ton gabah kering per hektarenya

dokumentasi Pemkab Serang
Panen raya pemberdayaan petani digelar di Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. 

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Panen raya pemberdayaan petani digelar di Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

Panen dilakukan Dompet Dhuafa bersama Gapoktan Bina Mulya yang didukung Baznas DKI Jakarta.

Panen ini menjadi tanda KolaborAksi di tengah pandemi Covid-19.

Program Food for Dhuafa merupakan sebuah program KolaborAksi Ketahanan Pangan untuk masyarakat yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: BPK RI Perwakilan Provinsi Banten Mengajak Pemkab Serang Bersinergi untuk Percepatan Vaksin Covid-19

Program ini meliputi pemberdayaan petani, dengan memberdayakan lebih dari 1.000 hektare sawah di seluruh Indonesia.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi mengatakan panen raya merupakan sebuah perayaan untuk ketahanan pangan saat pandemi Covid-19.

Dompet Dhuafa bersama Baznas (Bazis) DKI Jakarta berkolaborAksi menjalankan kebaikan dengan wujudkan panen bersama pada program besar food for dhuafa. 

“Pandemi di Indonesia sudah sangat besar yang terdampak termasuk pangan," ujarnya lewat rilis yang diterima TribunBanten.com, Kamis (26/8/2021).

Ini merupakan ikhtiar bersama  berasal dari dana umat yang akan dikembalikan untuk umat.

Dompet Dhuafa memiliki tugas yang sama dengan Baznas (Bazis) DKI Jakarta.

Baca juga: Pemkab Serang Optimistis Meraih Kembali Nilai Sakip Predikat A Memuaskan

"Ini merupakan kolaborAksi positif yang akan di jalankan kedepannya di lahan150 hektare mudah-mudahan menjadi awal yg baik untuk menggarap yg lebih baik," kata Nasyith Majidi.

Dia menargetkan, untuk realisasi aktivitas program pada lahan sawah seluas 150 hektare di Desa Beberan melibatkan 200 petani pemilik lahan.

“Setiap 100 petani penggarap dapat menghasilkan hingga 8 ton gabah kering per hektarenya untuk memberikan manfaat kepada lebih dari 2.000 kepala keluarga (KK),”katanya.

Dompet Dhuafa menggunakan dana zakat produktif yang tersalurkan melalui penggerak Social Trustfund (STF) Dompet Dhuafa yang menggulirkan dana penyertaan modal bergulir selama dua tahun untuk mewujudkan tahap pemberdayaan dan kemandirian.

Tahapan ini, dana penyertaan akan di kelola oleh Gapoktan Bina Mulya untuk pengembangan produksi sebagai langkah untuk menggenjot kesejahteraan masyarakat dalam program Ketahanan Pangan dan kemandirian ekonomi hulu hilir berbasis pertanian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved