Breaking News:

Bertahun-tahun, Masyarakat Baduy Akhirnya Punya KTP Elektronik

Masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten kini mempunyai Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan dokumen administrasi kependudukan lainnya

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Sejumlah warga Baduy luar berkumpul di depan rumah di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM - Masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten kini mempunyai Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dan dokumen administrasi kependudukan lainnya.

Hal itu setelah pihak Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) menggelar kegiatan jemput bola administrasi kependudukan (Jebol Adminduk) bagi komunitas adat Baduy.

Kegiatan Jebol Adminduk dilakukan selama tiga hari, mulai tanggal 27 s.d 29 Agustus 2021, berkolaborasi dengan Dinas Dukcapil Provinsi Banten, Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak, dan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI).

Baca juga: Wisata Baduy hingga Negeri di Atas Awan di Lebak Mulai Dibuka, Pengunjung Harus Perhatikan Hal Ini

Baca juga: Kisah Pemuda Baduy Dirikan Komunitas Membaca, Kini Mampu Mengenyam Pendidikan di Perguruan Tinggi

Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan kegiatan Jebol Adminduk tersebut melayani berbagai dokumen kependudukan, yakni KTP-el, Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Per 27 Agustus 2021, kegiatan Jebol Adminduk tersebut telah menyelesaikan 293 permohonan yang terdiri dari 49 perekaman KTP-el, 80 cetak KTP-el, 33 cetak KIA, 86 cetak KK, dan 45 Akta Kelahiran.

Suksesnya kegiatan Jebol Adminduk tersebut, lanjut Zudan, tentu tidak lepas dari peran serta masyarakat setempat, khususnya pimpinan masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar.

“Saya berterima kasih kepada Puun Yasih, Jaro Alim, dan Jaro Saija selaku pimpinan masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar,” ujar Zudan, dalam keterangannya.

Menurut dia, tujuan pelayanan Jebol Adminduk tersebut untuk menghadirkan pemerintah sampai di depan pintu rumah-rumah penduduk, khususnya dalam hal pelayanan Adminduk.

Pasalnya, lanjut Zudan, Adminduk bersifat sentral bagi masyarakat. Masyarakat hanya dapat mengakses berbagai pelayanan publik seperti bantuan sosial, kesehatan, dan pendidikan, setelah memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Baca juga: Tetua Adat Berharap UMKM dan Wisata di Kanekes Pulih Pasca-pakaian Baduy Dipakai Presiden & Menpar

Baca juga: Vaksinasi Warga Baduy Minim Peminat, Satgas Covid-19: Sabar, Semua Butuh Proses

Oleh karena itu, Zudan menghimbau agar masyarakat proaktif melaporkan berbagai peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang dialami kepada Dukcapil.

“Karena teorinya, keberhasilan program pemerintah bergantung pada tiga faktor, yaitu masyarakat yang menjadi subyek layanan, pemerintahnya, dan dukungan civil society atau berbagai kelompok masyarakat,” ungkap Zudan.

“Hari ini, kita mendapatkan dukungan yang luar biasa dari masyarakat adat Baduy, Dinas Dukcapil yang kompak, dan adanya kontribusi kelompok masyarakat dari IKI. Ini luar biasa dan saya mengucapkan terima kasih,” tambahnya.

Sebagai tambahan informasi, Zudan juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan pimpinan adat setempat.

Setelah melalui perjalanan kaki yang berbukit selama kurang lebih 30 menit, Zudan disambut langsung oleh Puun Yasih dan Jaro Alim di salah satu kampung Baduy Dalam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved