Breaking News:

Tetua Adat Berharap UMKM dan Wisata di Kanekes Pulih Pasca-pakaian Baduy Dipakai Presiden & Menpar

ia berharap dengan penggunaan pakaian adat Baduy oleh para tokoh nasional dapat memberikan efek pemulihan ekonomi, khususnya wisata dan UMKM lokal

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Abdul Qodir
TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Tetua Adat Baduy Luar, Jaro Saija 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Tetua adat Suku Baduy, Jaro Saija mengaku senang atas pengenaan pakaian adat Baduy oleh Presiden Jokowi dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Hal tersebut merupakan suatu penghargaan sekaligus kehormatan terhadap warga adat Baduy.

Kendati begitu, ia berharap dengan penggunaan pakaian adat Baduy oleh para tokoh nasional dapat memberikan efek pemulihan ekonomi, khususnya wisata dan UMKM lokal di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

"Ya akhir-akhir ini sepi, karena wisatawan yang biasanya datang untuk berkunjung dan memborong kerajinan tangan, kini udah engga ada. Adapun jarang yang beli," jelasnya saat dihubungi, Sabtu (21/8/2021).

Pintu masuk kawasan suku Baduy di Kelurahan Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (3/8/2021).
Pintu masuk kawasan suku Baduy di Kelurahan Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (3/8/2021). (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Ia pun berharap agar dengan kedatangan Menparekraf ke Lebak dengan menggunakan pakaian adat Baduy dapat berdampak positif pada penjualan UMKM yang telah merugi setahun terakhir akibat adanya pandemi Covid-19.

Baca juga: Jokowi Effect, Baju Adat Baduy Kini Diburu Pembeli di Toko Oleh-Oleh Khas Banten

Baca juga: Cerita Jaro Saija Diminta Siapkan Baju Adat Baduy Untuk Dipakai Jokowi, Dua Kali Diundang ke Istana

Ia pun berharap sektor pariwisata di Kabupaten Lebak, terutama di Desa Kanekes, dapat segera dibuka kembali sehingga dapat memulihkan perekonomian warga setempat.

"Semoga tempat wisata juga kembali bisa di buka. Karena pendapatan kita kan dari sana," jelasnya.

Presiden Jokowi mengenakan baju kampret, busana adat suku Baduy Luar saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Senin (18/8/2021) di gedung DPR/MPR Jakarta.
Presiden Jokowi mengenakan baju kampret, busana adat suku Baduy Luar saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Senin (18/8/2021) di gedung DPR/MPR Jakarta. (Istimewa via Warta Kota)

Sebelumnya, pakaian adat Baduy atau Jamang Sangsang kini viral pasca dikenakan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang MPR RI, 16 Agustus 2021 lalu.

Tak selesai disitu pakaian adat Baduy juga kembali menjadi daya magnet beberapa pejabat negeri di Indonesia.

Baca juga: Nyaman Dikenakan saat Kunjungi Lebak, Menparekraf Ingin Pakaian Adat Baduy Dijual di e-Commerce

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno turut menggunakan pakaian adat Baduy saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (20/8/2021).

Sandiaga menggunakan pakaian adat serba hitam dengan ikat kepala serta tas koja saat menghadiri acara kegiatan Workshop dan Pendampingan Untuk Meningkatkan Inovasi dan Kewirausahaan Pelaku Ekraf di Indonesia.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved