Kisah Moti Manusia Silver Terjaring Razia, 'Lagi Ngelamun Pengen Sekolah, Tersadar Sudah Diangkut'

Moti merupakan satu dari sekian banyak manusia silver yang berada di Rangkasbitung yang diamankan pada saat operasi gabungan kali ini.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Yudhi Maulana A
TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Moti (15), remaja manusia silver diamankan pihak Satpol PP Kabupaten Lebak saat operasi penertiban gelandan dan pengemis di Jalan Raya Sunan Kalijaga, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (31/8/2021). 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Moti (15) tampak begitu terkejut saat pihak Satpol PP Kabupaten Lebak menggelar operasi penertiban gelandan dan pengemis di Jalan Raya Sunan Kalijaga, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (31/8/2021).

Dirinya tersadar dari lamunannya pada sore itu dan langsung dibawa masuk ke mobil milik Satpol PP.

Ia yang saat itu sedang mencari uang di bawah terik siang matahari, tengah duduk melamun ketika tak banyak dari pengendara yang memberikan sedikit rejeki kepada dirinya.

Moti merupakan satu dari sekian banyak manusia silver yang berada di Rangkasbitung yang diamankan pada saat operasi gabungan kali ini.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini sudah tidak bersekolah lagi, hal itu lantaran ia tidak mempunyai biaya untuk mengenyam dunia pendidikan.

Kerasnya kehidupan kota, membuat ia harus banting tulang membantu keluarganya. 

Baca juga: Lampu Merah JLS Cilegon Mati Tersambar Petir, Manusia Silver Beraksi jadi Polantas

"Lagi melamun tadi kapan bisa sekolah seperti anak-anak lainnya. Tadi kebetulan ada anak yang sekolah pakai seragam dan sepatu lengkap. Tiba-tiba saja terkejut lantaran ada petugas yang datang," katanya saat ditemui di Rumah Singgah Dinsos Lebak.

Ia mengatakan, dalam sehari dirinya mampu membawa pulang uang sekitar Rp 80.000. Akan tetapi, ketika keadaan sedang sepi, dirinya hanya mampu membawa pulang uang sekitar Rp 40.000.

Hasil uang tersebut diberikan kepada orangtua nya untuk kebutuhan sehari-hari. Dirinya pun tampak berkaca-kaca menjelaskan susahnya kehidupan saat ini.

Dua manusia silver berpose di perempatan lampu merah Brimob, Jalan Raya Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu (13/3/2021) siang.
Dua manusia silver berpose di perempatan lampu merah Brimob, Jalan Raya Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu (13/3/2021) siang. (TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana)

Ditambah hantaman Pandemi Covid-19, membuat dirinya terpaksa bekerja dua kali lipat untuk membantu perekonomian keluarganya.

"Susah dijelaskan, sudah satu bulan terakhir kerja di masa pembatasan sepi dan tidak seperti awal-awal. Pernah sekali tidak membawa uang sama sekali ke rumah, dan itu saya mencoba menahan sedih," tegasnya.

Bahkan, dirinya pernah melakukan kucing-kucingan dengan petugas yang berada di lapangan untuk tetap dapat mencari uang.

Baca juga: Remaja Manusia SIlver Pelaku Mutilasi Diiming-Imingi Rp 100 Ribu Agar Mau Dicabuli oleh Korban

Ia mengaku ikhlas dibawa oleh petugas untuk didata. Hal itu, dikarenakan dirinya tidak mempunyai waktu untuk melarikan diri lantaran melamun pada saat petugas datang.

"Iya pasrah aja, soalnya saya ga ada waktu tadi untuk lari dari banyaknya petugas yang tadi operasi," terangnya.

Sumber: Tribun Banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved