Lampu Merah JLS Cilegon Mati Tersambar Petir, Manusia Silver Beraksi jadi "Polantas"
Ketiga manusia silver tersebut yakni Bobi, Apriyadi, dan Iis hanya bermodal gerakan tangan dan teriakan saat mengatur arus mobil maupun sepeda motor
Penulis: Khairul Maarif | Editor: Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunBanten.com, Khairul Ma'arif
TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Lampu merah di persimpangan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon tidak berfungsi sejak Jumat (2/4/2021) malam.
Tak ada polisi lalu lintas yang mengatur kendaraan di persimpangan yang cukup ramai kendaraan tersebut.
Pantauan TribunBanten.com pada Sabtu (3/4/2021) siang, yang tampak hanya tiga manusia silver yang beraksi mengatur lalu laintas di tengah persimpangan lampu merah itu.
Selain itu, tak tampak petugas Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan perbaikan terhadap lampu merah yang mati.

Ketiga manusia silver tersebut yakni Bobi, Apriyadi, dan Iis hanya bermodal gerakan tangan dan teriakan saat mengatur arus mobil maupun sepeda motor yang lebih dulu melintas di persimpangan lampu merah itu.
Padahal, arus kendaraan dari tiga arah di persimpangan lampu merah tersebut terbilang padat.
Baca juga: Tewas Tersambar Petir saat Ikut Pertandingan Sepakbola, Tubuh Remaja 15 Tahun Sempat Terpental
Baca juga: Kisah Kakek Edi Rosadi, Tak Gentar Atur Lalu Lintas di Keramaian Kota Meski Tertabrak Berkali-kali
Baca juga: Cerita Manusia Silver di Serang, Bentol-bentol Hingga Dua Kali Ditangkap Satpol PP
Baca juga: Remaja Manusia Silver Jadi Pelaku Mutilasi, Diduga Kesal Dipaksa Korban untuk Berhubungan
Apriyadi menuturkan lampu merah di persimpangan JLS ini sudah mati sejak Jumat malam.
"Sekitaran pukul 20.00 mati lampu merahnya karena tersambar petir," kata Apriyadi di lokasi.
Menurutnya, dari pertama mati belum ada petugas dari pihak terkait yang memperbaiki lampu merah ini.
"Kalau dari tadi ada saja petugas dari polisi dan dishub yang lewat, tapi yah lewat saja," ungkapnya.
Apriyadi dan kedua temannya sudah mengatur lalu lintas dari pukul 10.00 WIB.
Baca juga: Pelanggaran Hari Pertama ETLE di Banten, Mulai Marka Jalan Sampai Berkendara Sambil Teleponan
Baca juga: Tilang Elektronik di Banten Mulai Berlaku 1 April, Ini 3 Titik Penerapan dan Jenis Pelanggarannya
Mereka mengaku aksi ini untuk membantu melancarkan arus kendaraan yang terbilang padat di persimpangan ini.
"Daripada enggak ada yang mengatur, malah amburadul. Jadi, kami saja yang ngatur," katanya.

Apriyadi menyebut tidak ada kecelakaan maupun penumpukan kendaraan sejak mereka mengatur lalu lintas di lokasi.
Baca juga: Jalan Berlubang Perempatan Lampu Merah Sumur Buang Lebak, Pengendara: Pokoknya Harus Hati-hati
Baca juga: Warga Serang Mulai Diterapkan Marka Jaga Jarak di Lampu Merah