Breaking News:

Waduh! Tak Punya Sirine, BPBD Lebak Hanya Manfaatkan Toa Masjid untuk Peringatkan Tsunami

Warga Kabupaten Lebak masih memanfaatkan cara tradisional untuk memberitahukan ada bencana alam.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan | Editor: Glery Lazuardi
Youtube
ilustrasi pengeras suara masjid 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Warga Kabupaten Lebak masih memanfaatkan cara tradisional untuk memberitahukan ada bencana alam.

Kepala BPBD Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan warga Lebak masih memanfaatkan toa atau pengeras suara masjid untuk memberitahukan peringatan dini potensi tsunami.

"Kami sudah berkomunikasi dengan Orari dan Rapi untuk memanfaatkan speaker masjid di titik-titik terdampak ancaman tsunami, teknisnya mereka yang akan mengerjakan," kata dia, saat dihubungi, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Pakar ITB Paparkan Potensi Tsunami Raksasa Hantam Pulau Jawa, Air Laut Bisa Sentuh Istana Negara

Baca juga: BREAKING NEWS - Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pandeglang Banten Siang Ini, Tak Berpotensi Tsunami

Upaya menggunakan cara tradisional itu, karena Pemerintah Kabupaten Lebak tidak memiliki alat berupa sirine untuk mendeteksi peringatan tsunami di titik-titik rawan bencana di Kabupaten Lebak.

Hingga saat ini, pihaknya masih belum memiliki ataupun mendapat jatah alat sirine peringatan tsunami di daerah pesisir pantai.

Padahal, pihaknya sudah sering mengajukan permohonan bantuan kepada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Menurut dia, penggunaan alat toa masjid jauh lebih murah dibandingkan mengajukan sirine ke BMKG yang harganya jauh lebih mahal.

Dia menilai cara kerja pengeras suara masjid hampir sama dengan cara kerja sirine milik BMKG. Apalagi, menurut dia, sinyal peringatan dini tsunami dan gempa akan tersambung dengan Early Warning System milik BPBD Lebak.

Baca juga: Gempa Bumi Terjadi di Cilacap Jelang Tengah Malam, Tak Berpotensi Tsunami

Baca juga: Rawan Gempa dan Tsunami, BPBD Lebak Petakan 120 Titik Jalur Evakuasi di Selatan Lebak

"Ketika ada peringatan tsunami dari BMKG, kita tekan tombol peringatan dari EWS pusat yang terhubung ke speaker masjid, kemudian nantinya speaker masjid akan berbunyi selayaknya sirine peringatan," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan mitigasi bencana berupa pemasangan sekitar 200 rambu yang tersebar di titik-titik rawan bencana.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved