Kisah Pengungsi Kebakaran Kampung Pemulung: Tidur Tanpa Atap Hanya Beralaskan Kardus
Korban kebakaran kampung pemulung, Jalan Haji Sarmili, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, masih tinggal di posko pengungsian.
TRIBUNBANTEN.COM - Korban kebakaran kampung pemulung, Jalan Haji Sarmili, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, masih tinggal di posko pengungsian.
Sampai saat ini, belum ada bantuan berupa tempat tinggal layak yang diberikan oleh pihak pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Putra (14), salah satu korban kebakaran Kampung Pemulung, mengaku para korban kebakaran masih tidur di tenda terbuka hanya beralaskan karung atau kardus, tanpa atap.
"Masih tidur di tenda. Kalau yang enggak kebagian ya di luar pakai karung, pakai kardus," kata Putra.
Dia belum mengetahui kapan pihak pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga.
"Enggak tahu kalau itu," ujarnya.
Baca juga: Masih Tidur Beralas Karung, Warga Kampung Pemulung Korban Kebakaran Tagih Janji Pemkot Tangsel
Baca juga: Kondisi Terkini di Tenda Pengungsian Korban Kebakaran Pemukiman Pemulung, Masih Butuh Bantuan
Sementara itu, Muhidin, korban kebakaran lainnya, mengungkapkan kondisi yang sama.
"Tidur gelar kardus gelar tiker seadanya. Kalau itu (program penyewaan rumah kontrakan,-red) tanya jangan sama saya," ujar Muhidin.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, pernah berjanji akan
menyewakan rumah kontrakan bagi korban kebakaran Kampung Pemulung, Jalan Haji Sarmili, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren.
Namun, satu minggu pasca janji itu, belum ada realisasi penyewaan rumah kontrakan sebagai pengganti rumah yang ludes dilalap s ijago merah.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta), Yulia Rahmawati, mengatakan, pihaknya sebagai pelaksana program, masih menunggu pihak Kelurahan yang sedang mencarikan rumah kontrakannya.
"Kalau dari kami di Disperkimta kami sih sudah siap untuk kontrakin. Cuma kami kan kalau untuk mencarikan kontrakan di wilayah itu kan pak RT bersama Lurah."
"Saat ini, kemarin Kasie saya sudah turun lagi ke lapangan sama Pak Lurah dan Pak RT, itu masih belum dapat kontrakan yang akan menerima si keluarga pemulung ini. Masih belum clear," papar, Yulia, Rabu (1/9/2021).
Menurut Yulia, jumlah keluarga yang harus diakomodir program penanggulangan bencana itu terlalu banyak.
"Biasanya sih seminggu dua minggu sudah dapat. Cuma karena ini kan butuhnya lumayan banyak. Yang KK tangsel saja ada 13 KK. Terus sisanya juga yang bukan warga Tangsel juga akan dibuatkan surat keterangan domisili segala macam oleh lurah," jelasnya.
Baca juga: Kondisi Terkini di Tenda Pengungsian Korban Kebakaran Pemukiman Pemulung, Masih Butuh Bantuan
Baca juga: Pemukiman Pemulung di Bintaro Kebakaran, 100 Rumah Ludes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/kenakaran-mukiman-pemulung-di-kawasan-bintaro-pondok-aren.jpg)