Breaking News:

News

Korea Utara Resmi Tolak Tawaran Vaksin Sinovac dari China, Diduga Karena Khawatir Efek Samping

Korea Utara (Korut) resmi memutuskan menolak sekitar tiga juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech China.

AFP PHOTO/KCNA VIA KNS
Foto Kim Jong Un tersenyum ini dipotret pada (7/6/2020) 

TRIBUNBANTEN.COM - Korea Utara (Korut) resmi memutuskan menolak sekitar tiga juta dosis vaksin-covid-19' title=' vaksin Covid-19'> vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech China.

Melansir Tribunnews, Korut diketahui malah meminta bantuan vaksin itu diberikan ke negara-negara yang terkena dampak parah.

UNICEF mengungkapkan Rabu (1/9/2021) bahwa Kementerian Kesehatan Korea Utara menyoroti terbatasnya suplai vaksin dan terus meningkatkan virus di tempat lain.

UNICEF mengelola pasokan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dalam skema Covax.

Seorang Juru Bicara UNICEF mengatakan kepada Reuters bahwa kementerian akan terus berkomunikasi dengan fasilitas Covax untuk menerima vaksin dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Nyatakan Perang, Pemimpin Korut Kim Jong-Un Ancam Lakukan Ini ke Penggemar K-Pop

Ini bukan pertama kalinya Korut menolak vaksin.

Sebuah think-tank Korea Selatan, yang berafiliasi dengan agen mata-mata Korsel, mengatakan bahwa Korea Utara telah menolak pengiriman vaksin AstraZeneca Juli lalu karena kekhawatiran akan efek samping.

Institute for National Security Strategy kemudian mengatakan bahwa Korea Utara tidak tertarik pada vaksin buatan China karena khawatir tidak begitu efektif.

Tetapi Korut menunjukkan minat pada vaksin buatan di Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan kepada wartawan pada bulan Juli bahwa mereka telah menawarkan untuk memasok Korea Utara dengan vaksin Sputniknya pada beberapa kesempatan.

Baca juga: Capaian Vaksin Moderna di Banten Baru 51 Persen, Kadinkes : Masyarakat Takut dengan Efek Sampingnya

Beberapa negara seperti Thailand dan Uruguay telah mulai menggunakan vaksin lain untuk mereka yang menerima suntikan Sinovac sebagai dosis pertama dalam upaya untuk meningkatkan perlindungan.

"Kami terus bekerja dengan otoritas DPRK (Korut, Red) untuk membantu menanggapi pandemi Covid-19," kata juru bicara Aliansi Global untuk Aliansi Vaksin dan Imunisasi, salah satu organisasi yang memimpin skema Covax.

Sejauh ini, Korea Utara belum melaporkan kasus Covid-19 dan telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

Baca juga: Kemenkes Resmi Turunkan Harga Tes Rapid Antigen Covid-19 Jadi Rp 99 Ribu di Jawa-Bali

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan mingguannya menyebutkan, sekitar 37.291 orang - termasuk petugas kesehatan dan mereka yang menderita penyakit mirip flu - telah diuji dan semuanya dinyatakan negatif.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved